Investor Pasar Modal NTB Tembus 54.108 SID

I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Jumlah investor di Pasar Modal dan saham reksadana di NTB mengalami peningkatan sepanjang 2021 hingga Oktober ini mencapai 54.108 SID (Single Investor Identification) atau naik 101,41 persen. Peningkatan seiring dengan minat masyarakat berinvestasi cukup tinggi, terutama pada generasi milenial.

Kepala Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana mengatakan terjadinya peningkatan jumlah investor di Pasar Modal ini karena semakin memudahkan orang mendaftar menjadi investor dengan sistem online. Selain itu pembuatan buku rekening pun saat ini sudah bisa dilakukan secara online, sehingga lebih mudah.

“Lewat program online yang kami lakukan, itu kenaikan jumlah investornya sampai ke bulan 10 sudah melebihi 100 persen. Investor pasar modal ada reksadana itu sudah sebanyak 54.108 SID atau naik 101,41 persen,” sebut I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana saat diskusi secara virtual bersama Forum Wartawan Ekonomi (FEW) NTB.

BACA JUGA :  PHK Tinggi, Klaim BPJamsostek Meningkat

Disebutkan Gusti, sekarang ini jumlah investor saham di NTB sampai Oktober sebanyak 22.422 SID atau orang. Jika dilihat sepanjang 2021 secara year to date dari Januari-Oktober naik 100,77 persen. Kenaikan jumlah investor nasional juga menjadi bagian perkembangan di NTB. Secara nasional jumlah SID saham di NTB  berada pada peringkat 21 sedangkan SID pasar modal di peringkat 20 dari seluruh Provinsi di Indonesia.

“Di Oktober 2021 transaksi di pasar modal untuk Provinsi NTB sebanyak Rp 474 miliar,” sebutnya.

Sementara itu, melihat investor di Pasar Modal dari usia memang masih banyak usia milenial, karena ini menjadi investasi bagi BEI. Di mana memang betul usia 18-25 masih milenial, tapi jika melihat 5-10 tahun krdepan mereka adalah orang orang potensial menyumbangkan peningkatan transaksi di bursa saham Pasar Modal.

BACA JUGA :  2021 Pembelian Tembakau Petani Bakal Merosot

“Mereka akan lebih cepat melakukan transaksi tersebut. Jadi pelajar itu 7900, pegawai swasta 6000, sudah siginfikan juga hampir mengimbangi keduanya,” jelasnya.

Selama Pandemi, Kantor Perwakilan BEI NTB melakukan penyesuaian terhadap program-program edukasi dan sosialisasi dari sebelumnya offline menjadi full Online. Seiring dengan pemberlakuan full Work From Home (WFH).

“Program edukasi online selama pandemi memang memiliki kekurangan dan kelebihannya tersendiri. Masyarakat masih ada terkendala koneksi internet, sedangkan kelebihannya jangkauan edukasi menjadi lebih luas hingga mencapai masyarakat yang berasal dari daerah yang selama ini belum terjangkau edukasi dari IDX NTB,” katanya. (dev)