Hasil Rapid Tes Reaktif, Bule Jerman Diisolasi

AEROTEL: Inilah eks Aerotel yang menjadi lokasi isolasi salah seorang WNA asal Jerman yang hasil rapid tesnya reaktif. (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)
AEROTEL: Inilah eks Aerotel yang menjadi lokasi isolasi salah seorang WNA asal Jerman yang hasil rapid tesnya reaktif. (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lombok Tengah terpaksa mengisolasi seorang warga negara asing (WNI) berkebangsaan Jerman. Pria 28 tahun ini diisolasi di hotel Aerotel karena hasil rapid tesnya reaktif.

Dari informasi yang dihimpun Radar Lombok, bule yang enggan dipublik identitasnya ini menginap di salah satu hotel di Desa Kuta Kecamatan Pujut. Belum diketahui secara pasti kapan bule tersebut tiba dan dalam rangka apa tinggal di Lombok.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H Omdah MM ketika dikonfirmasi membenarkan, ada salah seorang WNA asal Jerman sedang diisolasi di Airotel. Di satu sisi, pihaknya juga langsung melakukan tes swab untuk memastikan apakah WNA tersebut positif corona atau tidak. “Memang ada Bule asal Jerman yang hasil rapid tes reaktif. Informasi yang kita dapat bahwa dia akan bekerja di Lombok. Tapi kita masih mendalami dulu terkait perjalanannya dan memang hari ini (kemarin, red) kita lakukan swab kepada yang bersangkutan,” ungkap H Omdah, Senin (18/5).

Omdah menegaskan, tidak menutup kemungkinan jika WNA ini terjangkit virus corona di Lombok. Karena ada juga informasi yang beredar jika bule ini sudah lama tinggal di Lombok. Namun, untuk memastikan permasalahan tersebut, pihaknya juga akan menelusuri juga siapa saja yang pernah kontak erat dengan bule tersebut. “Kita tunggu saja hasilnya nanti dan kita berharap nanti hasil swab-nya negatif,” terangnya.

Lebih jauh disampaikan, kondisi penyebaran virus corona di Lombok Tengah sudah bisa ditekan dengan maksimal. Karena terus mengalami penurunan, meski begitu masyarakat diharapkan untuk tetap waspada agar ke depan penyebaran virus ini bisa ditekan lebih maksimal lagi. “Untuk yang positif ada tiga, dua diisolasi di RSUD Praya dan ada dua yang di eks Aerotel diisolasi. Yakni pasien positif tanpa gejala dengan WNA yang reaktif itu. Sementara untuk di Balai Latihan Kerja (BLK) ada 11 orang yang masih dalam tahap karantina, meski ada penurunan tapi kita tetap waspada,” terangnya.

Humas Tim Siaga Covid-19 RSUD Praya, dr Yuda Permana menambahkan, WNA asal Jerman ini sudah diisolasi. Namun, pihaknya tidak bisa terlalu mendalam mengomentari permasalahan tersebut, karena merupakan ranah Dinas Kesehatan.“Kalau untuk kronologisnya yang bule adalah ranahnya Dikes. Soalnya dia masih status pelaku perjalanan tanpa gejala (PPTG),’’ tambahnya. (met)