Harga Tembakau Diprediksikan Untungkan Petani

PANEN: Petani tembakau di Kecamatan Praya Timur mulai memanen tembakau mereka setelah sempat menanam ulang pada musim tanam ini. ( M Haeruddin/Radar Lombok )

PRAYA – Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah menyatakan petani sudah mulai panen tembakau di beberapa wilayah. Hanya saja, jumlahnya tidak terlalu banyak karena sebelumnya banyak warga yang menanam ulang akibat kondisi cuaca yang membuat tanaman tembakau petani rusak.
Kepala Distanak Lombok Tengah, Taufikurrahman Puanote menegaskan, luas lahan tembakau yang ada sekitar 10.525 hektare. Ada hingga 5 hingga 10 persen dari lahan tersebut yang sudah panen, dan rata-rata yang sudah panen ini adalah daun bawah. Wilayah yang sudah banyak panen tembakau seperti di Desa Beleka, Montong Gamang, Landah dan Desa Bilelando. “Tahun ini memang agak aneh karena hujan.

Jadi dataran-dataran yang tinggi dan daerah yang pengairannya bagus rata-rata sudah panen dari pertengahan Juli. Sekarang malah panen sudah masuk ke daun tengah tapi tidak semua panen,” ungkap Taufikurrahman Puanote.
Taufik menambahkan, masih ada juga petani yang sedang memberikan pupuk terakhir. Karena sebelumnya para petani ini menanam ulang tanaman tembakau mereka yang rusak akibat hujan deras beberapa waktu lalu. “Wilayah Janapria misalkan sebagian besar masih pada pemupukan terakhir atau pemupukan keempat. Jadi panen saat ini tidak rata, karena banyak yang menanam ulang,” terangnya.

Baca Juga :  Petani Tembakau Asal Semoyang Tewas Bersimbah Darah di Sawahnya di Batu Nampar


Ia menyampaikan, luas wilayah yang sudah bisa dipanen sekitar 6000 hektare tersebar di Praya Timur, Janapria, Kopang, Pujut dan Praya Barat. Yang sudah panen adalah hanya di sekitaran Praya Timur, dan ini juga hanya ada di beberapa desa saja. “Jadi memang ada beberapa desa yang sudah mulai panen dan banyak juga yang belum,” terangnya.
Pihaknya memastikan juga persoalan yang terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya seperti anjloknya harga tembakau, besar kemungkinan tidak akan terjadi tahun ini.

Baca Juga :  Oven Berisi Tujuh Ton Tembakau Terbakar

Hal ini disebabkan terbatasnya suplai tembakau para petani. Ini dibuktikan dengan turunnya pihak gudang membeli tembakau petani. “Prediksi kami untuk tahun ini harga tembakau akan membaik, karena terbatasnya suplai dan yang kedua banyak gudang yang langsung turun ke petani. Padahal biasa kalau harga mau anjlok, maka petani yang datang ke gudang. Ini yang membuat harga tembakau kita prediksikan menjadi stabil,” terangnya.


Bahkan beberapa waktu lalu pihak dinas juga sudah musyawarah terkait harga krosok virginia FC tahun 2022 bersama PT Djarum dan setidaknya ada 45 jenis grade yang sudah ditentukan harga. “Ada grade M2F yang harga Rp 46.000, C2L harga Rp 39.000 dan beberapa harga lainnya tergantung grade,” terangnya. (met)

Komentar Anda