Hanura Prioritaskan Kader

Hanura Prioritaskan Kader
KONSOLIDASI: I Kadek Arimbawa korwil DPP Partai Hanura Bali Nusra (Tengah. Red) berfoto bersama kader dan pengurus Partai Hanura di NTB. (Ahmad Yani/Radar Lombok)

MATARAM–Dinamika menuju kontestasi di Pilkada NTB terus dinamis. Aksi klaim mengklaim dukungan pun menyeruak. Tak terkecuali di Partai Hanura.

Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) DPP Partai Hanura Bali Nusa Tenggara, I Kadek Arimbawa menyatakan, hingga saat ini DPP Partai Hanura sama sekali belum memberikan arah dukungan di Pilkada serentak 2018 di seluruh Indonesia. Baik di pilkada provinsi dan pilkada kabupaten kota. Tak terkecuali di Pilkada serentak di NTB.

“DPP sama sekali belum menerbitkan rekomendasi arah dukungan pilkada serentak 2018” katanya Rabu  lalu (31/5), ketika diminta komentar terkait klaim dukungan dukungan bacagub, Dr Zulkiflimansyah oleh ketua umum DPP Partai Hanura, Osman Sapta Odang.

[postingan number=5 tag=”hanura”]

Ia menilai, aksi klaim  dukungan suatu hal sangat wajar ditengah adanya dinamika proses politik untuk saling menjajaki kemungkinan koalisi di Pilkada. Asalkan menurutnya, aksi klaim dukungan tersebut tidak memberikan dampak buruk bagi Partai Hanura. “Saya kira tidak ada yang salah. Ini bagian proses komunikasi politik,” ujar pria asal Denpasar Bali tersebut.

Ia menegaskan, bahwa DPP Partai Hanura tentu melakukan kajian mendalam dari berbagai aspek sebelum  mengusung kandidat di Pilkada. Baik di pilkada provinsi dan pilkada kabupaten kota.

Menurutnya, mekanisme di internal Partai Hanura tetap berjalan dan untuk NTB masih dalam proses sesuai prosedur dan mekanisme berlaku.

“Bahwa sampai saat ini Hanura masih mengkaji, mengalisa dan menelaah serta tidak ada dukungan kepada non kader,” sebutnya.

DPP Partai Hanura sudah membentuk tim penjaringan calon kepala daerah. Tim penjaringan DPP tersebut bertugas dan bertanggung jawab menyeleksi dan menelaah hasil penjaringan tim Pilkada di daerah.

Kendati demikian, ia mengatakan, DPP Partai Hanura memberikan prioritas bagi kader terbaik untuk didukung dan diusung dalam kontestasi di Pilkada. Asalkan, kader tersebut memenuhi persyaratan dukungan. Misalnya, memiliki tingkat elaktabilitas tinggi dan punya potensi kans kemenangan besar.

“Sebagai partai kader tentu kita berikan prioritas bagi kader,” imbuhnya.

Sebab itu, kader Partai Hanura ingin maju di kontestasi pilkada untuk terus bekerja meningkatkan elaktabilitas atau daya keterpilihan. Selain itu, kader Partai Hanura harus membuka diri dengan membangun dan menjalin komunikasi politik dengan parpol lain. Disadari Partai Hanura tidak memiliki raihan kursi cukup untuk mengusung pasangan calon di kontestasi Pilkada.

“Terpenting sekarang kader Hanura fokus bekerja untuk menaikkan tingkat elaktabilitas,” terangnya.

Sementara itu, Ketua tim Pilkada DPD Partai Hanura NTB, Yeyen Septian Rahmat mengatakan, sesudah pihaknya menggelar penyampaian visi misi dan program kerja bagi kandidat terjaring dalam bursa penjaringan calon kepala daerah di Partai Hanura.

Pihaknya saat ini sedang melaksanakan survei internal. Tujuan untuk mengetahui tingkat elektabilitas dan aspirasi dukungan kader Partai Hanura terkait kandidat.

Sebab itu, survei internal tersebut melibatkan struktur kepengurusan Partai hingga ke level terendah ada di kelurahan/ desa. Nantinya dari calon kada terjaring ada diajukan beberapa nama untuk diusulkan kepada DPP untuk memperoleh rekomendasi dan persetujuan dukungan. (yan)

BACA JUGA :  Ali BD-Amin Kian Mesra