Gerindra Klaim Ahyar-Morry Final

GERINDRA
GERINDRA

MATARAM–Wakil Ketua DPRD NTB, Morry Hanafi, dikabarkan final mendampingi Ahyar Abduh sebagai pasangan cagub/cawagub di kontestasi Pilkada NTB.

Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Sakduddin angkat bicara terkait hal tersebut. Ia menyebut, paket pasangan Ahyar-Morry akan melanjutkan perjuangan pembangunan NTB kedepan.

Bentuk dukungan petinggi partai milik Prabowo Subianto itu, terlihat dengan tiba-tiba memposting gambar Ahyar Abduh dan Morri Hanafi yang bertulis calon gubernur dan wakil gubenur NTB 2018-2023 pada grup WhatsApp jurnalis parlemen DPRD NTB, Minggu kemarin (13/8).

Atas postingan itu, Sakduddin dianggap kampanye oleh anggota grup. Namun, spontan pria yang juga duduk di Komisi II DPRD NTB itu menepis bukan kampanye. Namun, pasangan Ahyar Abduh dan Morri Hanafi akan melanjutkan NTB untuk semua. “Bukan kampanye,  tapi ini yang sesungguhnya yang akan melanjutkan perjuangan NTB untuk semua,” balasnya.

Sakdduin dicecar pertanyaan apakah Gerindra sudah final menudukung pasangan itu. Dia tidak menjawab secara pasti. Malah Sakduddin, menyeru penanya untuk memikirkan jawabannya.“Anda yang bisa memikirkannya,” kilahnya.

Nampaknya, dukungan Gerindra makin jelas terhadap pasangan itu. Di akhir komentarnya, ia mengatakan, pasangan Ahyar Abduh dan Morri Hanafi bukan semata-mata opini, tetapi pasangan bacagub dan bacawagub itu, tidak diragukan lagi kapasitas dan kapabilitas kepemimpinannya.“Ini bukan opini, NTB untuk semua,” tandasnya.

Terpisah,  Sekretaris DPW PPP NTB, Muhammad Akrie menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait pasangan cagub/ cawagub bakal diusung partai berlambang Ka’bah di pilkada NTB. Meski pun sejauh ini PPP dipastikan akan mendukung Ahyar Abduh sebagai calon gubernur.

Dari hasil Muskerwil III PPP NTB, bebernya, untuk cagub ada tiga terjaring. Bertengger di urutan pertama, Ahyar Abduh, disusul Lalu Irham Srigede dan Ahmad Rusni. Adapun cawagub dari internal, Nurdin Ranggabarani dan eksternal Morry Hanafi. Direncanakan pihaknya akan mengusulkan cagub/ cawagub sudah paket pasangan calon ke DPP.

PPP sadar tidak memiliki raihan kursi cukup mengusung pasangan calon. Sehingga memerlukan parpol mitra koalisi.

Karena itu, paket pasangan cagub/cawagub diusulkan ke DPP untuk diminta rekomendasi dan persetujuan, tergantung dari komunikasi politik dengan parpol mitra koalisi di poros tengah. Pasalnya, paket pasangan cagub/cawagub diusulkan kepada DPP sudah memenuhi persyaratan untuk didukung dan diusung.

“Ini sangat tergantung pembicaraan ditingkat parpol koalisi. DPP nanti hanya tinggalkan menerbitkan SK pengesahan dukungan,” tegasnya.(yan)