Gallery Kampoeng UMKM Sepi Pembeli

GALLERY UMKM: Nampak sepi pengunjung dan hampir tutup Gallery UMKM yang berada di Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, setelah beberapa bulan lalu diresmikan. (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gallery Kampoeng UMKM sebagai tempat jualan produk UMKM terdampak penerapan PPKM. Akibat dampak tersebut, transaksi di Gallery UMKM menurun dratis. Bahkan beberapa diantara pelaku usaha menarik kembali produk mereka. Gallery UMKM berdiri secara mandiri dari para UMKM otomatis dengan kondisi stagnan seperti sekarang mencoba bertahan pada masing-masing usaha.

“Transaksi 0 selama PPKM, barang juga dari teman-teman ada yang ditarik. Karena kita juga menyelamatkan produk teman-teman UMKM,” kata Tim Gallery Kampoeng UMKM, Ivan Bahtiar, Rabu (8/9).

Saat ini produk UMKM yang masih bertahan di gallery hanya produk kopi, camilan, kerajinan, dan pakaian. Beberapa produk ini masih ada di gallery. Sementara untuk produk kue basah dan beberapa kue kering yang masa kedaluarsa 2 – 3 bulan menarik produk mereka. Karena, tidak mungkin akan dijual jika sudah kedaluarsa.

BACA JUGA :  Kenaikan PPN 12 Persen Bikin Pengusaha Makin Terpuruk

“Ada beberapa UMKM yang menarik kurang lebih 40 – 50 persen, kita persilakan jangan sampai mereka mengalami kerugian. Yang bertahan masih kopi, ya kue kering itu sudah ditarik,” tuturnya.

Sekarang ini para UMKM yang masuk di gallery berupaya untuk mempertahankan usaha agar tidak kolep seperti di gallery. Meksipun di masa pandemi mulai diresmikan gallery tersebut, tetapi tidak berdampak besar seperti PPKM. Lantaran ada pembatasan pergerakan orang, sehingga tidak banyak yang datang atau berkunjung ke gallery.

“Adanya pandemi memang berdampak tapi tidak besar, masih adalah transaksi. Setelah adanya PPKM itu akhrinya daya beli orang turun, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.

BACA JUGA :  Limit Transaksi QRIS Naik Menjadi Rp 5 Juta

Senada, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB H Wirajaya Kusuma mengatakan, kondisi Gallery Kampoeng UMKM sedikit stagnan akibat pemberlakuan PPKM jumlah orang yang datang berkurang. Tak hanya gallery saja, tetapi NTB mall juga merasakan dampak dari PPKM.

“Kita minta teman-teman, Epicentrum Pengusaha Muda (EPM) untuk bisa terus berusaha tetap eksis. Karena memang PPKM berpengaruh pada omzet penjualan,” katanya.

UMKM yang sudah bergabung pada gallery sekitar 100 lebih pelaku usaha. Pihaknya akan memfasilitasi dan mencoba terobosana baru apa yang cocok. Kendati demikian, PPKM terdampak bagi UMKM, mulai dari turunnya omzet dan lainnya.

“Kunjungan orang yang datang ke Lombok sangat kurang, dan berdampak kepada pelaku UMKM,” katanya. (dev)