Festival Kota Tua Ampenan Digelar Tiga Hari

Festival Kota Tua Ampenan Digelar Tiga Hari
PAWAI SEPEDA ONTEL: Menyemarakkan gelaran Festival Kota Tua Ampenan, puluhan anggota komunitas sepeda ontel dan anggota club Jeep Willys, berkeliling Kota Mataram, dan finish di Eks Pelabuhan Ampenan, Jumat kemarin (25/8). (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Festival Kota Tua Ampenan  berlangsung selama tiga hari  mulai Jumat (25/8) hingga hari Minggu besok (27/8).

Festival ini rangkaian Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017. Festival Kota Tua Ampenan ini diisi festival kopi, food street festival, pameran foto Kota Tua Tempo Doeloe, parade lintas etnik dan senandung Pantai Ampenan.

Pada pembukaan festival ini Jumat sore kemarin, diwarnai pawai puluhan anggota komunitas sepeda ontel yang masing-masing pengendaranya mengenakan aksesoris pakaian ala tempo dulu  berkeliling Kota Mataram, sebelum akhirnya finish di eks Pelabuhan Ampenan. Selain komunitas sepeda ontel, tampak dibelakangnya juga terlihat beriringan mobil-mobil Jeep tua.

Sampai di pintu gerbang eks Pelabuhan Ampenan, iring-iringan puluhan sepeda ontel dan kendaraan Jeep Willy situ disambut meriah dengan tetabuhan oleh rombongan kesenian Barongsay dari sebuah sanggar seni di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

“ Berbagai atraksi yang menarik dan meriah akan dilaksanakan selama tiga hari penyelenggaraan Festival Kota Tua Ampenan, yaitu aneka atraksi seni budaya, musik, pameran industri kreatif, festival kopi, aneka macam kuliner, bazaar, dan lainnya,”  kata Sekretaris Dispar NTB, Endah Setyorini  dalam laporannya, kemarin.

 Ketua DPRD Kota Mataram, Didi Sumardi, dalam sambutan sekaligus  membuka Festival Pesona Kota Tua Ampenan menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Pemprov NTB, dalam hal ini Dispar NTB, yang telah memilih salah satu destinasi pariwisata di Kota Mataram,  sebagai lokasi penyelenggaraan even BPLS 2017.

“Adanya kegiatan seperti ini sekaligus akan semakin mempopulerkan Kota Tua Ampenan sebagai salah satu destinasi pariwisata di Kota Mataram, yang juga menjadi ikon kepariwisataan di NTB. Sehingga kedepan Kota Tua Ampenan ini semakin dikenal, dan kian banyak dikunjungi oleh para wisatawan,” harap Didi.

Diakui Didi, di Kota Mataram sendiri banyak destinasi-destinasi pariwisata yang belum tergali, dan dikembangkan secara maksimal.  “Saat ini kita sedang menyusun dan mempersiapkan regulasinya dalam bentuk Perda. Semoga dalam waktu dekat bisa selesai dan diberlakukan. Sehingga bisa menjadi landasan hukum yang kuat dalam pengembangan sektor kepariwisataan di Kota Mataram, khususnya di objek wisata Kota Tua dan Pantai Ampenan,” pungkas Didi. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid