Budpar Minta Kewenangan Kelola Destinasi Wisata

H Abdul Latif Najib

MATARAM-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram bakal  dipisah. Dimana Dinas Pariwisata akan berdiri sendiri dan kebudayaan akan masuk ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Dengan status perangkat daerah yang fokus mengurus pariwisata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) H Abdul Latif Najib meminta bisa diberikan kewenangan untuk mengelola beberapa destinasi pariwisata  di Kota Mataram. Sebab selama ini meskipun ada dinas budpar, tetapi tidak diberikan kewenangan untuk mengelola apapun jenis tempat wisata yang ada.

Ia menjelaskan, beberapa destinasi wisata yang ada belum dikelola  serius dan terfokus. Misalnya  Pasar Seni Sayang-Sayang sampai saat ini belum tahu  SKPD mana yang bertanggung jawab penuh mengelolanya.

Tanggung jawab dinas budpar di pasar seni hanya melakukan pemugaran dan pembangunan fasilitas penunjang. Sedangkan untuk kondisi pasar dan bangunan toko tanggung jawab dari SKPD lain." Pasar Seni Sayang-Sayang tidak dikelola budpar, tetapi masih dipegang beberapa SKPD," kata Latif  Kamis kemarin (15/12).

BACA JUGA :  Perjuangan Arifin Menghijaukan Pantai Kongok

Beberapa kali ia     meminta kepada wali kota agar penataan destinasi wisata bisa dikelola secara maksimal dan menjadi tanggung jawab dinas budpar  namun hal ini belum direspon. Jika dikelola pihaknya, maka akan lebih  fokus melakukan pengembangan lokasi wisata di Mataram. Saat ini di pasar seni ada beberapa lahan yang memang tidak terpakai sehingga diusulkan agar kantor dinas pariwisata  nanti bisa dibangun di pasar seni.

Ia menyebutkan keberadaan Taman Loang Baloq memang pernah ditawarkan agar dikelola oleh dinas budpar. Tetapi ia menolak alasannya karena pengelola taman Loang Baloq harus dibentuk UPTD lebih dahulu.  Kalau dikelola oleh pemerintah apalagi oleh UPTD jelas itu akan  membebani APBD. " Saya minta agar dipihakketigakan, tetapi belum disetujui makanya saya menolak kelola Loang Baloq, " tegasnya.(ami)