Festival Budaya Paer Lenek Berlangsung Sukses

TARI GAGAK MANDIK: Para pelajar tampak lemah gemulai ketika mementaskan tarian kreasi masyarakat Lenek, Tari Gagak Mandik, dalam penutupan Festival Budaya Paer Lenek, sebagai rangkaian BBLS 2016 (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Festival Budaya Paer Lenek 2016 dalam rangka Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) yang berlangsung di Rumah Budaya Paer Lenek, Sabtu kemarin malam (3/9) ditutup. Kegiatan selama delapan hari ini merupakan kerjasama Disbudpar NTB dengan Rumah Budaya Paer Lenek, dan telah berlangsung sukses.

Festival Budaya Paer Lenek 2016 merupakan kegiatan tahun ketiga, dan merupakan kalender even Bulan Budaya Lombok Sumbawa. “Setelah dua kali kami selenggarakan sebelumnya, maka festival tahun ketiga ini (2016) telah tercatat sebagai even rutin di kalender Bulan Budaya Lombok Sumbawa oleh Disbudpar NTB,” kata Ketua Panitia, sekaligus Kepala Rumah Budaya Paer Lenek, Gunaria Sunarsa.

Dijelaskan, selama delapan hari kegiatan festival berbagai atraksi kesenian mulai dari tari-tarian kreasi masyarakat Lenek, pentas drama cerita rakyat dan berbagai atraksi kesenian Lenek mewarnai tampilan selama festival berlangsung. “Tujuannya adalah memperkenalkan seni budaya Sasak, khususnya seni budaya Paer Lenek, sekaligus sebagai upaya pelestarian,” katanya.

Bekerjasama dengan semua sanggar budaya yang ada di Lenek, festival ini diharapkan akan membawa semangat baru, sehingga karya-karya baru akan terus tercipta, dan warisan dari leluhur akan tetap terjaga dan lestari. Meski pada tahun ini masih banyak kekurangan, namun ia berjanji pada pelaksanaan tahun-tahun mendatang akan lebih ditingkatkan dan disempurnakan.

Acara penutupan juga sempat ditampilkan alat musik Genggong, yang merupakan alat musik asli masyarakat Lenek yang nyaris punah. Alat musik yang terbuat dari pelepah aren ini dimainkan dua orang (semestinya tujuh orang, red). Selain juga menampilkan ketrampilan anak-anak SD dalam memainkan gamelan.

Turut menyempurnakan kemeriahan acara penutupan ditampilkan juga tari kreasi masyarakat Lenek berupa Tari Gagak Mandik, yang dibawakan oleh para pelajar. Sementara antusias warga yang menyaksikan festival ini cukup tinggi hingga arena festival penuh sesak oleh penonton. (lal)