Farin Terus Bergerilya Galang Dukungan

Nauvar Furqoni Farinduan (Ahmad Yani /Radar Lombok)

MATARAM—Nauvar Furqoni Farinduan sudah memastikan diri maju dalam bursa pencalonan di pilkada Lombok Barat (Lobar) 2018.

Sebagai bentuk keseriusan diri maju, ia pun terus bergerilya menggalang dukungan dari tiga unsur. Ketiga unsur itu adalah tokoh agama, masyarakat dan parpol.

Ia mengatakan, pendekatan kepada tiga unsur ini ia lakukan secara berkala. “Pertemuan dan pembicaraan dengan tiga unsur itupun terus saya lakukan,” katanya, Rabu kemarin (29/3).

Dia menegaskan, bahwa dirinya telah membulatkan tekad membidik kursi orang nomor satu di pilkada Lobar sebagai prioritas utama. Kendati begitu, pihaknya tetap tidak akan mengunci diri. Dikarenakan pihaknya akan melihat hasil survei terkait tingkat elektabilitas, popularitas dan kans dalam memenangkan pilkada Lobar 2018.

[postingan number=3 tag=”politik”]

Namun, ia optimis dengan hasil survei terkait tingkat elektibilitas yang dimiliki tersebut. Sehingga tetap bisa maju dalam bursa pencalonan di pilkada Lobar sebagai nomor satu. “Kalau survei membuktikan lain ya kita lihat,” tegasnya.

Terkait dukungan dari partai politik sebagai kendaraan maju di pilkada Lobar,  Farin mengaku saat ini dirinya selaku kader Golkar tentu mengupayakan bisa meraih tiket dukungan dari Partai Golkar. Meski demikian, dirinya juga melakukan upaya penjajakan dengan sejumlah parpol lainnya. “Tentu yang paling penting Golkar sebagai kendaraan utama. Tapi kita juga komunikasi dengan partai lain,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Farin mengaku, memang sulit bagi dirinya melepaskan diri dari bayang-bayang orangtuanya, Zaini Arony.  Namun, ia mengatakan,  kapasitas dan kompotensi dirinya dan kandidat lain baru bisa dibuktikan ketika telah diberikan ruang untuk tampil memimpin daerah.

Menurutnya, sistem demokrasi yang dianut dalam Pilkada memungkinkan siapa saja untuk tampil menjajaki jalur menuju kursi kepemimpinan, dari keturunan manapun dia berasal.

Farin merasa tidak sendirian berhadapan dengan situasi semacam ini. Menurutnya, ada banyak tokoh muda di NTB yang berstatus anak atau keturunan dari tokoh berpengaruh.

Namun, Farin menilai ketika diberikan kesempatan memimpin, mereka terbukti cukup sukses secara personal. “Kita perlukan sekarang diberi ruang untuk tampil dan membuktikan diri,” ungkapnya.

Ia pun menegasksn, saat ini yang ia perlukan adalah ruang untuk membuktikan kemampuannya sendiri. Meski, ia juga tak mungkin sepenuhnya bisa lepas dari asosiasi yang terbangun antara dirinya dengan orang tua, Zaini Aroni.

“Dalam konteks demokrasi tidak mengenal ini bapak, ini anak. Demokrasi memberikan ruang bagi siapa saja untuk tampil sebagai pemimpin daerah,” pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid