Enam Tahun Ditetapkan, Global Hub Belum Dilirik Investor

GLOBAL HUB: Grand Design Megaproyek Global Hub Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU), yang hingga kini tak kunjung dibangun karena belum ada investor yang berminat. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Kawasan Global Hub Bandar Kayangan yang dirancang sebagai kawasan smart city di Kabupaten Lombok Utara (KLU), ternyata hingga kini masih menanti investor untuk melakukan pembangunan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Wahyu Hidayat, mengatakan pemerintah masih memetakan permasalahan yang dihadapi oleh para investor di Kawasan Global Hub Bandar Kayangan tersebut.

Pasalnya enam tahun sejak penetapan oleh pemerintah, sampai sekarang belum ada investor yang benar-benar merealisasikan investasinya di Global Hub.

“Kami menerima silaturahmi dengan Pak Wayan Karioka, membahas kelanjutan investasi Bandar Kayangan Lombok Utara. Didapatkan bahwa belum ada market atau partner bisnis atas master plan yang dibuat oleh Prof. Son Diamar selaku Ketua Tim Inisiator Global Hub tersebut,” ungkap Wahyu, kemarin.

Baca Juga :  Gerindra Lirik IDP Jadi Pendamping LPB di Pilgub NTB

Disampaikan Wahyu, sebelumnya sempat ada perusahaan asal Korea Selatan, yakni Sungdong Industry Group, yang berencana menggulirkan dana sebesar USD 1 miliar atau Rp 14 triliun. Bahkan sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk membangun kawasan tersebut.

“Namun setelah terjadinya bencana gempa bumi dan pandemi Covid-19 di Lombok, investor itu pun perlahan menghilang,” ujarnya.

Padahal sambung Wahyu, lokasi Bandar Kayangan ini sangat strategis, karena berada pada jalur pelayaran internasional Selat Lombok. Kawasan Global Hub itu dicanangkan melebihi pelabuhan yang ada di Batam. Bahkan digadang-gadang menjadi kota bandar pelabuhan kelas internasional yang tidak kalah dari Singapura sebagai ikon kemajuan sektor maritim Indonesia di masa depan.

Apalagi Selat Lombok masuk Zona ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) II, yang mencakup Selat Lombok, Selat Makassar, dan Laut Sulawesi. Sehingga menjadi penting dalam posisinya sebagai jalur pendukung utama dari Selat Malaka yang sudah amat padat.

Baca Juga :  Tahun Ini Korem 162/WB Naik Status Jadi Kodam

Dengan adanya ALKI Zona II, proyek Global Hub Bandar Kayangan Lombok Utara semakin dilirik para investor. “Masyarakat KLU sangat welcome kepada investor yang akan berinvestasi di Bandar Kayangan,” ujarnya.

Diketahui, bahwa kawasan seluas 7.000 hektar ini diresmikan sebagai Kawasan Andalan Nasional melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Nasional, yaitu ketika Dr HM Zainul Majdi (TGB) masih menjabat Gubernur NTB.

Potensi investasi di Global Hub Bandar Kayangan diprediksi mencapai Rp350 triliiun. Karena letaknya yang dinilai strategis, berada di urat nadi jalur pelayaran dunia yang tentu akan tetap diminati oleh investor. (rat)

Komentar Anda