PT STM Sosialisasi Capaian Kinerja PT STM 2023 dan Rencana Kerja 2024 Proyek Hu’u

SOSIALISASI: Difasilitasi Dinas ESDM NTB, PT STM gelar sosialisasi capaian kinerja tahun 2023, dan rencana kerja tahun 2024, Selasa (30/4).

MATARAM–PT Sumbawa Timur Mining (STM), pemegang Kontrak Karya Proyek Hu’u (proyek eksplorasi mineral tembaga) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, melakukan sosialisasi pencapaian kinerja mineral 2023 dan rencana kerja mineral 2024, di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, dan dihadiri oleh 7 instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB, antara lain Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas ESDM, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan & Perikanan, serta Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP).

“Kegiatan ini merupakan inisiatif kami, sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada Pemerintah Provinsi NTB. Kami berharap investasi dan upaya eksplorasi STM di Proyek Hu’u mendapatkan dukungan penuh dan bisa berjalan lancar,” kata Kepala Teknik Tambang STM, Yan Fuadi, Selasa (30/4).

Mengenai rencana kerja STM tahun 2024 ini, Yan menjelaskan, STM akan melakukan pengeboran sebanyak kurang lebih 30 lubang pengeboran yang ditujukan untuk keperluan area sterilization, Mine Hydrology, Mine Geotech, Resource dan Brown Field Exploration.

Untuk mendukung aktifitas pengeboran eksplorasi di tahun ini, STM akan menggunakan 5 unit Rig pengeboran, termasuk penggunaan Horizontal Drilling Rig untuk mendukung studi Geoteknik.

“Tahun ini kami akan melanjutkan studi geoteknik dan hidrologi untuk meningkatkan jumlah data dan mempertajam analisa teknis sebagai program keberlanjutan yang sudah dimulai pada tahun lalu antara lain yaitu metode pengeboran secara horizontal akan dilakukan untuk mendukung studi geoteknik ini,” ujarnya.

Endapan Onto, demikian endapan mineral ini dikenal, memiliki tantangan teknis antara lain kompleksitas geologi dan endapan yang berada 400 – 600 Meter di bawah permukaan bumi. Kedalaman Endapan Onto membuat pertambangan bawah tanah dengan metoda Block Cave menjadi satu-satunya metoda pertambangan yang layak di masa operasi produksi mendatang.

Baca Juga :  Lima Tahun Terakhir, PT STM Tanam 13.500 Bibit Pohon

Endapan Onto juga bersinggungan dengan sistim panas bumi, dengan temperaturnya berkisar 80 hingga 110 derajat Celcius sehingga STM harus menerapkan teknologi yang tepat dan canggih untuk menurunkan suhu tersebut agar layak bagi manusia bekerja di bawah tanah kelak.

Menurut Yan, selain berfokus pada studi Geoteknik dan Hidrogeologi, di tahun ini STM juga akan melakukan aktifitas penting lainnya seperti meningkatkan keyakinan sumber daya mineral Onto, serta menyelesaikan program eksplorasi brown field and regional, untuk mencari prospek lain selain endapan Onto.

Juga terdapat rencana kegiatan operasional pendukung eksplorasi lainnya yang akan dilaksanakan tahun ini, berupa persiapan lokasi pemboran dan rehabilitasinya, aktivitas helicopter, pembangunan infrastruktur pendukung, dan pemeliharaan akses jalan eksplorasi.

Sebelumnya sepanjang tahun 2023, PT Sumbawa Timur Mining telah mendalami studi engineering (teknis) dalam Tahap Pra-Studi Kelayakan. Aktivitas yang dilakukan antara lain merapatkan interval pengeboran eksplorasi untuk meningkatkan keyakinan sumber daya, melakukan studi geologi, geohidrologi (Pumping test hole), geokimia dan geoteknik, dengan mengoperasikan 7 rig di area eksplorasi.

Kesempatan yang sama, STM pun menyampaikan perkembangan penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi panas bumi dengan hasil menunjukkan potensi listrik terbangkit mencapai 60 MW.

“Jika kelak terwujud, STM akan menjadi satu-satunya perusahaan tambang tembaga yang didukung oleh tenaga panas bumi sumber sendiri,” tambah Yan.

Baca Juga :  PT Sumbawa Timur Mining Capai 4 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

Dengan dukungan listrik yang berasal dari energi terbarukan tersebut tentunya akan berkontribusi terhadap usaha pengurangan emisi karbon di Indonesia.

Kini STM tengah mengikuti proses lelang terbatas WKP Hu’u Daha untuk mendapatkan Ijin Panas Bumi (IPB) dari Direktrat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan (EBTKE).

STM juga melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara berkala dan lebih terkoordinasi, serta mengimplementasikan program pengembangan masyarakat (community development).

Community Relations Manager, Ulya Defretes menambahkan, STM juga memastikan keberlanjutan kegiatan lindung lingkungan, keselamatan pertambangan, pengembangan SDM, serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Pihaknya akan melanjutkan kegiatan Community Development berdampak dengan tiga fokus program, yaitu kemitraan strategis, program partisipasi desa, serta donasi dan sponsorship.

“Beberapa program pemberdayaan unggulan STM di tahun 2023 yakni operasi katarak dan pemeriksaan mata dengan penerima manfaat mencapai 3,211 pasien, kemudian 100 beasiswa D1 Teknik Alat Berat, 40 Beasiswa Prestasi bagi Mahasiswa Kabupaten Dompu beragam jurusan, hingga menuntaskan program keaksaraan dasar bagi 148 warga belajar,” ujarnya.

Terkait donasi dan sponsorship, dia menjelaskan bahwa hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan proposal dari warga dan kebermanfaatn program.

Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat ini melingkupi sektor kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kelembagaan, infrastruktur, lingkungan, serta sosial dan budaya.

“Kami ingin terus merawat keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam aktivitas kami, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah di NTB. Kami berharap kerja sama yang telah berlangsung dengan pemerintah daerah dan masyarakat NTB bisa semakin erat, untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya. (rl)

Komentar Anda