OJK NTB Imbau Masyarakat Waspadai Penawaran Investasi Bodong

Kepala OJK Provinsi NTB Rico Rinaldy

MATARAM –  Semakin maraknya penawaran investasi illegal alias bodong kepada masyarakat, perlu diwaspadai. Pasalnya, investasi bodong alias ilegal tersebut sudah pasti bakal merugikan masyarakat yang ikut tertarik berinvestasi. Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan fantastis.

“Masyarakat kita ingatkan dan imbau untuk berhati – hati terhadap maraknya penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan fantastis, tapi tidak logis,” kata Kepala OJK Provinsi NTB Rico Rinaldy, Jumat (17/5)..

Hal tersebut disampaikan Rico, menanggapi pemberitaan terkait dugaan hilangnya dana nasabah pada Bank BTN, OJK mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah tertipu dan tergiur dengan tawaran investasi yang menawarkan keuntungan fantastis.

Baca Juga :  OJK NTB Gandeng Dikbud Sukseskan Satu Rekening Satu Pelajar

“OJK tengah meneliti kasus tersebut dan telah memanggil 17 konsumen terkait untuk dimintai keterangan mengenai hilangnya dana nasabah,” lanjut Rico.

Rico mengatakan, Bank wajib bertanggung jawab jika terbukti terdapat kesalahan di pihak bank dan OJK dapat mengenakan sanksi. Namun jika kesalahan ada kelalaian ada pada pihak konsumen, maka dana yang diklaim hilang tidak dilakukan penggantian oleh pihak Bank.

Rico memberikan sejumlah tips menghindari investasi bodong: Pertama, jangan mudah tergiur janji untung fantastis. Semakin besar keuntungan yang dijanjikan, semakin besar potensi penipuan. Agar simpanan dijamin LPS, pastikan bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.

Baca Juga :  PUJK di NTB Harus Perhatikan Prinsip Perlindungan Konsumen

Kedua, cek legalitas penawaran investasi. Hubungi atau datangi lembaga jasa keuangan tersebut apakah benar memiliki produk investasi yang ditawarkan. Cek ke Kontak OJK 157 untuk legalitas lembaga jasa keuangan yang berizin OJK. Ketiga, simpan dokumen kepemilikan dan bukti transaksi, simpan dengan baik dokumen kepemilikan investasi dan semua bukti transaksi agar tidak disalahgunakan. Simpanan bank wajib tercatat pada pembukuan bank.

“Keempat, jangan mudah percaya dengan oknum yang menawarkan titip investasi atau titip transfer,” pesan Rico. (luk)

Komentar Anda