Dukung Pemulihan Pariwisata, LIA Operasional 24 Jam

LIA Operasional 24 Jam
PESAWAT – Salah satu maskapai penerbangan nasional saat baru sampai untuk menurunkan penumpang di Lombok International Airport (LIA). (MUHAMMAD KHAERUDIN/ RADAR LOMBOK)

MATARAM PT Angkasa Pura I Cabang Lombok mulai membuka layanan operasional Lombok International Airport (LIA) selama 24 jam mulai 15 Maret 2019. Kebijakan membuka penerbangan 24 jam di LIA sebagai salah satu strategi dari PT Angkasa Pura I selaku pengelola LIA untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan pergerakan maskapai di bandara, baik itu penerbangan domestik maupun internasional.

“Jadi maskapai penerbangan sekarang punya opsi pilihan jam untuk datang dan berangkat lebih leluasa,” kata Genaral Manajer Angkasa Pura I Cabang LIA Jati Nugroho, Sabtu (16/3).

BACA JUGA: Bupati KLU Bakal Surati Presiden, Soal Tingginya Harga Tiket Pesawat

Dijelaskannya, operasional bandara selama 24 jam ini juga dapat menjadi peluang maskapai untuk menambah frekuensi dan rute penerbngan baru ke Lombok, baik domestik maupun internasional. Jadi bandara mampu mendorong percepatan pemulihan sektor pariwisata Lombok yang sempat menurun akibat dampak gempa tahun 2018 lalu.

“Sudah tidak ada kendala di bandara untuk pilihan jam datang dan berangkat ke dan dari Lombok,” paparnya.

Dikatakanya, untuk saat ini pergerakan maskapai penerbangan masih sama seperti bulan sebelumnya, dimana terjadi penuruanan sekitar 25 persen. Dengan dibukanya layanan operasional 24 jam ini bisa meningkatkan pergerakan maskapai.

“Ini sebagai bentuk komitmen Angkasa Pura I untuk meningkatkan aksesibilitas kunjungan dalam rangka mendukung Lombok bangkit dan pariwisata,” ujarnya.

Perdana pengoperasian bandara belum banyak maskapai yang melayani hingga 24 jam. Hal ini tergantung dari kebijakan maskapai penerbangan, tetapi untuk saat ini baru 1 maskapai saja melayani penerbangan hingga 24 jam.

“Baru Air asia yang sudah positif dengan rencana rute Yogyakarta – Lombok tiba tengah malam,” terangnya.

Jati menambahkan ini komitmen angkasa pura untuk mendorong aksesibilitas dan konektifitas sistem transportasi udara. Selain itu sebagai alternatif transit untuk bandara Bali dan Surabaya.

“Kalau salah satu dari bandara tersebut mengalami kondisi emergency, kita dapat melayani,” ucapnya.

Sementara itu, Humas Astindo NTB  Abdul Haris menilai operasional bandara selama 24 jam bagus untuk kedepannya. Tetapi pelayanan tersebut akan diberikan kepada siapa, mengingat penerbangan saat ini, pascagempa bumi dan akibat kenaikan harga tiket serta bagasi berbayar jumlah penumpang masih turun.

BACA JUGA: Imbas Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar, Pariwisata Lombok Keteteran

“Percuma dia buka layanan 24 jam, harusnya dilakukan pada saat ini, bagaimana tiket bisa murah dan bagasi berbayar ditiadakan. Kalau itu sudah bisa diwujudkan, mau dia buka layanan 24 jam bisa,” cetusnya.

Menurutnya pemberlakuan layanan 24 jam di LIA ini belum efektif, karena masih belum banyak maskapai yang melayani hingga 24 jam. Untuk domestik sendiri belum ada, sedangkan untuk penerbangan internasional hanya sampai tengah malam saja, sehingga perlunya dikaji ulang terkait kebijakan tersebut.

“Kalau pada saat ini penerbangan internasional hanya Air Asia dan Silk Air yang rutin dan penerbangan domestik kan paling sampai jam 1,” katanya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut