Dr Aidy Furqan Resmi Jabat Kadis Dikbud NTB

Dinas Dikbud NTB
Kepala Dinas Dikbud NTB Dr H Aidy Furqan bersama Sekretaris Dinas Dikbud NTB H Muhtadi Khairi, usai mengikuti pelantikan jabatan, Jumat (20/3).

MATARAM – Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB resmi dinahkodai oleh Dr H Aidy Furqan yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dikbud NTB merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dikbud NTB pasca diberhentikan H Rusman sebagai Kapala Dikbud NTB pada 13 Januari 2020 lalu.

Dilantiknya, Furqan sebagai Kadis Dikbud NTB berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB, Dr. Zulkiflimansyah dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat struktural dilingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama pejabat eslon II, III dan IV lainnya oleh Wakil Gubernur NTB, Dr Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, bertempat di Graha Bahkti Praja kantor Gubernur NTB, Jumat siang (20/3).

Selain H Aidy Furqan, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah juga menunjuk H Muhtadi Khaeri sebagai Sekretaris Dinas Dikbud NTB. Kedua pejabat tersebut, bukan orang baru di dunia pendidikan NTB. karena H Aidy Furqan, sebelumnya pernah menduduki jabatan strategis di lingkup Dikbud NTB. Seperti, pernah menduduki jabatan sebagai Kasi Kurikulum SMK pada Bidang Dikmen Dikbud NTB, menjadi Kabid Dikdas Dikbud NTB, Kepala Bidang GTK Dikbud NTB, Sekretaris Dikbud NTB dua kali dan sekarang terpilih menjadi Kadis Dikbud NTB melalui proses pansel. 

Begitu juga dengan H Muhtadi Khaeri, bukan orang baru di kalangan pendidikan. Ia pernah menjadi Kepala SMAN 6 Mataram, Kepala UPTD Dikbud NTB Kabupaten Dompu, Kepala Bidang Layanan Perpustakaan di DPKP NTB, Kepala Bidang Industri dan Plt Sekretaris pada Dinas Perindustrian NTB dan kini dipercaya menjadi Sekretaris Dikbud NTB. 

H Aidy Furqan menyampaikan, bahwa jabatan yang diberikan ini merupakan amanah yang harus diemban dengan sebaik mungkin menjalankan tanggungjawab sebagai Kadis Dikbud NTB.

“Sesuai penekanan dari ibu wagub tadi, menekankan dikinerja yang dioptimalkan dengan sungguh-sungguh karena ini amanah,”ungkapnya seusai pelantikan.

Disinggung masalah upaya yang akan dilakukan dalam membenahi dikbud NTB kedepan, Furqan, memiliki komitmen dengan apa yang sudah dilakukan selama berada di Dikbud NTB, lebih-lebih sudah beberapa bulan terakhirnya menjabat sebagai Plt, tentu memiliki modal kuat dalam mencipatan perubahan kearah yang lebih baik lagi. Meski sebelumnya Dikbud NTB dilanda kurang harmonisasi dalam bekerja.

“Sejak Januari kemarin kita sudah berkomitmen membagun Dikbud dengan sinergi dan harmonis. Ini istilah kami itu solit dan harmonis sudah ditunjukkan oleh teman-teman di Dikbud maupun di Kepala sekolah,”ucapnya.

Dengan hal tersebut, sambungnya, dirinya menawarkan suatu program harmonisasi singron melalui hestek pendidikan yang membanggakan. Strateginya sederhana, kekuatan dari 4P, yakni Profile, Penampilan, Pelayanan dan Prestasi, ini sudah diwujudkan dalam waktu kemarin kurang dari tiga bulan sejak saya ditugaskan sebagai Plt sudah diwujudkan beberapa prestasi, yang teman-teman sudah tahu.

“Salah satunya diantaranya kita bisa mencamping SMK itu bagaimana menciptakan motor listrik,” ujarnya.

Kedepan, lanjutnya Dikbud NTB dalam kepemimpinannya nanti sudah mempersiapkan berbagai langkah strategis dalam mengembangkan pendidikan di NTB.

“Kedepan kita sudah siapkan inovasi baru, tapi setelah tahun ajaran baru. Setidaknya ada dua inovasi baru dan tahun ini sekitar ada dua atau tiga inovasi baru lagi kita ciptakan,”ujarnya.

Selain itu, Furqan mengatakan sudah mempersiapkan langkah terbaru dalam upaya menyikapi mewabahnya virus Corona yang berdampak kepada lembaga pendidikan yang saat ini sedang melaksanakan Ujian Nasional (UN) untuk sekolah SMK, SMA dan SLB. Hingga adanya kebijakan pemerintah daerah untuk meliburkan siswa-siswi selama 2 pekan. Sejauh ini belum ada masalah, karena saat ini proses pembelajaran hanya dialihkan dalam bentuk tugas mandiri dan evaluasi akan dilakukan setelah mereka masuk kembali, kebetulan juga SMK,SMA dan SLB saat ini sedang melaksanakan UN.

Dikatakan, Furqan, bagi siswa-siswi yang tidak melaksanakan UN diberikan tugas mandiri secara struktur oleh bapak/ibu guru yang nanti akan dijadikan sebagai tugas dalam proses pembelajaran dengan mode mandiri. Pada saat selesai ujian, Senin akan rapatkan untuk menyepakati sistem pembelajarannya. Sehingga dalam menghindari kerumunan banyak orang bisa mengatur dengan pembagian jadwal pembelajaran baik untuk siswa maupun guru.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik, agar terus menjadikan posisi yang diemban sebagai ajuan untuk meningkatkan produktifitas dalam mengoptimalkan kinerja.

“Saya ingin ingatkan bahwa apapun posisi kita yang harus menjadi ajuan adalah produktifitas karena ini adalah proses perjalanan karir bapak/ibu,” ungkap Wagub rohmi yang akrab disapa Ummi Rohmi.

Dalam kesempatan itu juga, Ummi Rohmi, mengatakan sekarang bukan saatnya untuk mencari-cari kesalahan, mencari-cari kelemahan berbagai pihak untuk kemudian membenarkan apa yang dilakukan sendiri.

“Karena sesungguhnya kalau mau menang dalam pertarungan,”jelas Umi Rohmi. (sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid