Dorna Dijadwalkan Cek Kesiapan Sirkuit MotoGP

PROGRES: Progres sirkuit MotoGP di KEK Mandalika yang terus dikerjakan, pekan lalu. (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Pembanguna sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus dikerjakan. Pembangunan sirkuit ini sudah lebih dari 51 persen. Pihak Dorna selaku penyelenggaran event MotoGP akan melihat pembangunan itu Maret mendatang.

Direktur PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer mengatakan, pembangunan sirkuit MotoGP terus berproses dan ditargetkan akan rampung padaa Juli mendatang. Sampai dengan saat ini lebih dari 51 persen progres pembangunannya. “Tadi sudah kita rapatkan memang sudah kita rapatkan untuk progresnya dan Juli ini ditargetkan selesai. Kalau Dorna memang awalnya akan datang Februari tapi setelah Malaysia ditutup dan menjadi lockdown. Maka Dorna akan ke sini (Sirkuit Mandalika, red) setelah ke Qatar,” ungkap Abdulbar M Mansoer, kemarin.

Dorna akan datang ke Qatar pada 11 Maret dan pada bulan itu juga Dorna akan berkunjung ke sirkuit MotoGP Mandalika dengan jarak beberapa minggu setelah berkunjung ke Qatar. “Jadi kedatangan Dorna untuk melihat lokasi sesuai proses homologasi. Karena kita sedang peroses membangun maka mereka ingin melihat kesiapan,” terangnya.

Setelah Dorna datang Maret mendatang, maka setelah beberapa bulan tepatnya Juli pihak Dorna juga akan kembali datang. Kedatangan ini sebelum pihak sirkuit Mandalika mendapatkan jadwal definitif terkait pelaksanaan balapan bergengsi itu nantinya. “Jadi sekarang aspal lapis bawah sudah selesai dan permasalahan tanah sudah nyambung dan sekarang progres untuk mengaspal dan selesai pada Juli,” terangnya.

Abdulbar memastikan berbagai polemik lahan di sirkuit MotoGP sudah selesai meski ada satu lahan yang sampai dengan saat ini masih dalam penyelesaian. Sementara sembilan lahan yang dulunya diklaim oleh masyarakat sudah bisa diselesaikan oleh pihak ITDC. “Sehingga dari segi sekejul juga sudah tidak ada persoalan. Nanti kita tunggu saja pihak Dorna yang datang pada Maret dan Juli,” terangnya.

Abdulbar juga memastikan, dalam event MotoGP tidak ada yang namanya cadangan, yang ada hanya kesiapan. Syaratnya adalah homologasi. Jika pembangunan sirkuit MotoGP tidak bisa selesai dilakukan, maka dipastikan juga balapan itu tidak bisa dilakukan. “Jadi pihak Dorna akan memberikan kepastian setelah ini (sirkuit, red) terbangun. Jadi inilah yang namanya homologasi dan tidak mungkin kita diberikan yang depinitif kalau tidak dia melihat progresnya,” terangnya.

Ketika ditanyakan kedepan ketika sirkuit jadi sementara fasilitas pendukung seperti jalan dan hotel yang belum tuntas. Baginya bahwa itu bukan menjadi kendala, karena yang mereka selenggarakan adalah balapan. Sehingga tentu yang mereka lihat nantinya adalah sirkuit MotoGP. “Kalau hotel ada di Mataram, Senggigi ada di Bali dan Surabaya tapi yang menjadi tanggungjawab kita adalah menyiapkan sirkuit dan menyiapkan penyelenggaraan,” tegasnya. (met)