DKP NTB Gelorakan Pemanfaatan Pekarangan Rumah

DKP NTB Gelorakan Pemanfaatan Pekarangan Rumah
PEKARANGAN: Kepala DKP Provinsi NTB, Hj Budi Septiani, ketika memantau budidaya tanaman cabe yang memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga. (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB kembali menggelorakan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menanam cabe dan tanaman hortikultura lainya. Pasalnya, pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam cabe terbukti sangat membantu ibu rumah tangga, ketika harga cabe melambung tinggi seperti sekarang ini.

Menurut Kepala DKP Provinsi NTB, Hj Budi Septiani mengatakan, dampak kenaikan harga cabe sekarang ini tidak dirasakan secara langsung oleh para ibu rumah tangga yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabe.

“Dari hasil monitoring dan evaluasi yang kami lakukan, dampak kenaikan cabe ini tidak dirasakan oleh ibu rumah yang menanam cabe di lahan pekarangan rumahnya,” kata Budi Septiani, Senin kemarin (26/2).

Pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan menanami cabe dan tanaman lainnya akan sangat membantu ibu rumah tangga dalam mencukupi kebutuhan dapur sehari-hari. Terlebih untuk pemanfaatan lahan pekarangan rumah tidak membutuhkan lahan yang luas, cukup memanfaatkan media tanam seperti polybag, dan juga pipa dengan konsep hydropolik yang tidak membutuhkan tanah luas sebagai tempat menanam.

Budi mencontohkan, jika dalam setiap pekarangan rumah ibu rumah tangga menanam sedikitnya 20 polybag atau 20 pohon cabe, makan diasumsikan akan mendapatkan hasil ketikan panen sekitar 20 kilogram dengan entensitas 10 kali panen. Artinya, ibu rumah tangga bisa lebih efisiensi pengeluarannya. Uang yang seharusnya untuk membeli cabe, terlebih ketika harga mahal seperti sekarang, ini, bisa diarahkan untuk membeli kebutuhan lain atau bahkan bisa ditabung.

Lebih lanjut Budi mengatakan, DKP Provinsi NTB telah memprogram penanaman cabe bagi ibu rumah tangga. Untuk program ini sendiri melibatkan ibu rumah tangga yang masuk dalam data keluarga pra sejahtera (Rastra). “Ibu rumah tangga masuk kategori kurang mampu ini dibagikan tanaman cabe dalam polybag,” kata Budi.

Dijelaskan, penanaman cabai di pekarangan rumah bagi kaum perempuan ibu rumah tangga, sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan cabe. Program penanaman cabe dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga ini juga diintegrasikan dengan peternakan unggas.

Ibu rumah tangga yang menjadi sasaran program Tanam Cabe terintegrasi Peternakan Unggas (Tancap Gas) ini mengacu pada data Tim Nasional Percepatan Penanggulan Kemiskinan (TNP2K). “Ibu rumah tangga yang mendapatkan bantuan bibit cabe akan sangat terbantu ketika harga cabe mulai meroket,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut