Ditinggal Orang Tua, Nurpati Menderita Gizi Buruk

Gizi Buruk
GIZI BURUK: Penderita gizi buruk Nurpani, 3, warga Dusun Tembeng Desa Lenek Lauk Kecamatan Lenek sedang menjalani perawatan di RSUD dr Raden Soedjono Selong. (M GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Seorang bocah perempuan bernama Nurpani, 3 tahun,  warga Dusun Dasan Tembeng Desa Lenek Lauk Kecamatan Lenek menderita gizi buruk. Bocah malang tersebut kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Raden Soedjono Selong.

Penyakit yang diderita Nurpani menyebabkan kondisi kesehatan balita tersebut terus memburuk. Berat badannya jauh dari normal jika dibandingkan dengan anak-anak seusiannya. ‘’Hari Senin lalu sebelumnya sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Namun dirujuk kembali ke RSUD Selong untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Sampai sekarang masih berada di sana,‘’ kata salah seorang keluarga Nurpani, Amaq Hauriah, Rabu kemarin (30/1).

BACA JUGA: 8 Gejala Penyakit Jantung Yang Wajib Anda Waspadai

Disampaikan, gizi buruk yang diderita Nurpani sudah cukup lama. Itu disebabkan pola asuh yang kurang baik ditambah dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbilang di bawah garis kemiskinan. Terlebih lagi Nurpani diasuh oleh neneknya setelah ditinggal merantau kedua orang tuanya ke Malaysia sejak beberapa waktu lalu. ‘’Ibu bapaknya sekarang berada di Malaysia. Sebenarnya Nurpani ini dilahirkan di Malaysia, kemuian dibawa pulang oleh ibunya. Setelah itu ditinggal pergi lagi ke Malaysia dan diasuh oleh neneknya,‘’ lanjut dia.

Sebagi keluarga, tentunya dia sangat bersyukur atas penanganan cepat yang diberikan oleh pemerintah. Apalagi melihat kondisi ekononi keluarga tentunya sangat tidak mampu untuk membiayai pengobatan jika tanpa ada bantuan pemerintah. Dia berharap, keponaknnya itu bisa segera sembuh dan sehat normal seperti anak seusiannya. ‘’Biaya pengobatannya ditanggung oleh pemerintah daerah,‘’ singkat dia.

Terpisah, Sekertaris Dinas Kesehatan  Lotim, Ahmad Masfu ketika dikonfirmasi terkait penangan anak gizi buruk asal Dasan Tembeng itu mengaku, setelah mendapatkan laporan pihaknya langsung bertindak cepat memberikan penanganan. Pertama yang dilakukan yaitu memberikan perawatan mulai di tingkat puskesmas. Jika kondisinya tidak mengalami perubahan baru akan dirujuk ke RSUD. ‘’Berkaitan ini kita tetap koordinasi. Intinya kita sebagai pemerintah daerah tentu tidak akan lepas tangan ketika ada persoalan seperti itu. Terutama kita di Dikes sendiri,‘’ terang dia.

Kasus gizi buru di Lotim sendiri terbilang masih cukup tinggi disebabkan sejumlah faktor. Tentunya ini menjadi perhatian pemerintah. Terlebih lagi penurunan angka kasus gizi buruk dan stunting menjadi salah satu komitmen Bupati HM Sukiman Azmy   dan H Rumaksi di awal pemerintahannya. ‘’Apalagi belum lama ini kita baru saja memperingati hari gizi nasional yang ke-59. Momen ini tentunya kita jadikan sebagai ujung tombak untuk menjadi lebih baik ke depan, terutama berkaitan dengan gizi,‘’ ujarnya.

BACA JUGA: Kamu Harus Mandi Sebelum Tidur di Malam Hari, Ini Alasannya…

Berkaitan dengan gizi ini, lanjutnya, sebagian masyarakat masih banyak yang belum paham pentingnya untuk menjaga gizi tersebut. Seperti apa yang menjadi program pemerintah Lotim yang sekarang, pihaknya terus berupaya untuk memberikan sosialiasi ke masyarakat tentang pentingnya menjaga gizi, terutama terhadap anak-anak di usia masa pertumbuhan. ‘’Kegiatan sosialiasi itu kita lakukan mulai dari tingkat puskesmas. Termasuk juga kita di kabupaten intens melakukan promosi melalui berbaga media,‘’ imbuh Masfu.

Untuk 2019 ini, katanya, jumlah kasus gizi buru tidak hanya ini, namun juga beberapa kasus lainnya. Semuannya telah berhasil ditangani dengan baik. ‘’Ini kan berkaitan dengan kasus perkasus. Tapi kita terus melakukan pemantauan, ketika ada muncul kita langsung cepat mengantisipasinya,’’ pungkasnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid