Ditemukan, Makanan tak Layak di Supermarket

MATARAM – Sejumlah makanan dan minuman tak layak konsumsi ditemukan di sejumlah supermarket. Ini saat tim terpadu pengawasan barang  menggelar Sidak ke beberapa swalayan dan Supermarket di Kota Mataram kemarin.

Tim terdiri dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Sat Pol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Dinas Ketahanan Pangan serta instansi terkait lainnya. Tim intens turun untuk memastikan makanan yang diperjualbelikan layak dikonsumsi oleh pembeli.

Tercatat ada tiga dari empat supermarket yang didatangi menjual sejumlah makanan dan minuman yang tidak layak dikonsumsi. Ada yang kadaluarsa, ada pula yang kemasannya rusak. Makanan yang ditemukan kadaluarsa diantaranya daging sapi, susu kedelai, dan lain-lain. Sementara kemasan rusak terdapat di produk susu kaleng. Penemuan pertama terdapat di Supermarket yang terletak di Jalan Adi Sucipto Ampenan. Disini petugas mendapati susu dan sarden yang kemasannya rusak tetapi tetap saja dijual. Selanjutnya petugas menemukan hal yang sama du supermarket yang ada di Jalan Bung Hatta Gegutu. Terakhir petugas mendatangi salah satu supermarket di tengah kota. Petugas langsung mendata dan meminta pedagang tidak lagi menjual barang tak layak konsumsi itu.

Pimpinan tim, Taufiqurahman yang juga Kabid Meterologi dan Perlindungan Konsumen Diskoperindag Kota  Mataram menjelaskan, tim menemukan sejumlah makanan dan minuman yang tidak layak dikonsumsi. “ Ada yang sudah tidak layak konsumsi dan kadaluarsa,” ujarnya.

Ia pun meminta pemilik usaha betul-betul mengecek barang sebelum dijual ke konsumen. “ Kita minta mereka teliti,” tegasnya.

Pihak supermarket dalam hal ini Manager Sales Support Giant  Ekstra Gegutu Lombok, Andik Susanto berterima kasih terhadap kedatangan tim “ Kami berterima kasih telah dilakukan pengawasan,” ungkapnya.

Ia berjanji akan lebih berhati-hati lagi dan lebih teliti agar tidak terulang adanya ditemukan makanan yang tak layak konsumsi. Ia membantah adanya produk makanan yang kadaluarsa. Itu hanya kesalahan pencantuman masa berlaku saja. Ia menyampaikan ini khusus untuk daging. Ia memastikan daging yang dijualnya layak konsumsi.” Tanggal itu masa ganti kemasannya, bukan masa kadaluarsanya,” ungkapnya.

Meski begitu tim meminta tetap diganti.” Kita sarankan diubah labelnya,” ungkap Taufiq.(ami)

BACA JUGA :  Supermarket Boleh Jual Minol Golongan A