Distan Keluhkan Mahalnya Ongkos Transportasi Udara

MATARAM—Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hortikultura (Distan dan TPH) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyurati Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian RI, agar memberi perhatian khusus terkait mahalnya ongkos transportasi yang harus ditanggung untuk menyuplai kebutuhan hortikultura strategis ke sejumlah Provinsi di Indonesia.

“Kami akan menyurati Dirjen Kementan terkait mahalnya ongkos transportasi udara untuk suplai kebutuhan hortikultura strategis ke daerah lain di Indonesia,” kata Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian dan TPH Provinsi NTB, Ibnu Fikhi di Mataram, Senin kemarin (19/9).

Fikhi mengatakan, permintaan Distan dan TPH Provinsi NTB kepada Dirjen Horti, Kementan agar biaya transportasi udara untuk pengiriman sejumlah produk hortikultura asal NTB ke luar daerah khususnya yang menyebabkan gejolak inflasi, seperti bawang merah dan cabe lebih kepada harga jual di provinsi tujuan tersebut tidak tinggi.

Selain meminta perhatian pemerintah pusat agar bisa menekan biaya transportasi udara untuk komoditas produk hortikultura tertentu, Distan TPH NTB juga memita adanya kebijakan dari Kementerian Perhubungan untuk memberikan akses yang lebih cepat untuk truk bermuatan hortikultura yang disuplai ke sejumlah provinsi yang melalui jalur laut. Yakni dengan mempecepat proses antrian saat berada di pelabuhan.

Hal tersebut bertujuan, agar komoditas produk hortikultura seperti bawang merah dan cabe tidak terlalu lama antri saat masuk kapal ataupun saat keluar dari kapal laut. Pasalnya, jika terlalu lama antri di pelabuhan, maka akan bisa berdampak terhadap kerusakan dari produk hortikultura tersebut. Pasalnya, bawang merah dan cabe merupakan komoditas hortikultura yang tidak bisa tahan lama, sehingga tempat rusak dan membusuk.

Menurut Fikhi, permintaan untuk menekan biaya transportasi udara dan mempercepat antrian khususnya untuk angkutan komoditas produk hortikultura penyumbang inflasi cukup besar dan rutin hampir di seluruh daerah di Indonesia itu sebagai salah satu upaya dalam menekan laju inflasi yang cukup tinggi akibat dua produk komoidtas hortikultura.

“Kedua Produk hortikultura yakni cabe dan bawang merah itu kebetulan di produksi di NTB. Bahkan untuk cabe produksi di NTB surplus begitu juga dengan bawang merah di Bima dan Lombok Timur juga disuplai untuk kebutuhan sejumlah daerah di Indonesia,” tutupnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut