Disperindag : Gula Aren Tekan Produksi Miras

GIRI MENANG-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Barat berjanji akan lebih maksimal memberdayakan warga yang berprofesi sebagai pembuat gula aren di daerah ini. Bahan baku gula aren sama dengan bahan baku minuman keras (Miras) tradisional, Tuak. Dengan memberdayakan pembuat gula aren, maka itu berarti menekan produksi Miras yang berefek buruk.  “ Salah satu cara mengurangi penjualan Miras tradisional Tuak adalah dengan memberdayakan  pembuat gula aren,” ungkap Kepala Disperindag Lombok Barat Hj. Lale Prayatni kepada Radar Lombok, Jumat (10/6).

Di Lombok Barat sendiri pohon aren banyak terdapat di Kecamatan Gunung Sari.Koran ini sebelumnya mengangkat geliat ekonomi para penjual Tuak manis yang ada di kawasan Pusuk Kecamatan Gunung Sari. Jika warga lebih tekun mengolah air enau menjadi gula, dan tidak sekedar menjadi Tuak manis, maka nilai ekonomis yang mereka dapatkan akan lebih banyak. Namun menurut warga, mereka kurang pemberdayaan dari Pemkab.

Kembali ke Disperindag, pada tahun ini dinas mulai maksimal melakukan pemberdayaan dengan mengutus 5 orang pembuat gula aren ikut magang di Jogjakarta. Di luar daerah mereka belajar tentang teknis pengolahan hingga pemasaran. Soal pemasaran, dinas tetap berusaha melobi gerai-gerai modern seperti Alfamart dan Indomaret agar mau menjual produk gula aren warga.

Khusus soal modal usaha, dinas akan mengusahakannya di tahun anggaran 2017. Tahun ini sudah ada 10 kelompok yang mengusulkan modal. “ Kita ingin membina masyarakat supaya lebih produktif lagi,” pungkasnya.(flo)

BACA JUGA :  Tenda Disperindag Tak Dimanfaatkan Pedagang