Disperin NTB Gandeng BEI Ajak IKM Investasi Sehat di Pasar Modal

Kepala Disperin NTB Nuryanti bersama Kepala Perwakilan BEI NTB I Gusti Ngurah Bagus Sandiana memberikan edukasi pasar modal kepada pelaku IKM, Kamis (13/4).

MATARAM – Dinas Perindustrian Provinsi NTB menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB memberikan edukasi terkait akses permodalan dan investasi pasar modal dalam kegiatan temu bisnis dan temu mitra, Kamis (13/4). Hal ini dilakukan untuk membuka wawasan terhadap pasar keuangan dan membaca peluang hingga tantangan kedepan bagi 25 IKM NTB agar bisa naik kelas menjadi bisnis akselerasi.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti menyampaikan bahwa untuk membangun industri NTB, para pelaku IKM akan menjadi penggerak dalam produksi massal dan juga sebagai pelaku dalam kawasan industri. Termasuk dari 3 ikon industrialisasi NTB, yakni industri olahan pangan, industri fesyen muslim, serta industri kosmetik, alat kesehatan dan farmasi herbal bisa menggerakkan ekosistem industri lainnya.

Baca Juga :  Disperin NTB Ajak IKM Bima Lestarikan Produk Herbal Daerah

“Dengan adanya 6 Industri prioritas yang dikerucutkan menjadi 3 ikon industri bisa terbangun ekosistemnya dengan baik, sehingga bisa produksi massal bisa dilakukan walaupun tanpa pabrik besar,” kata Nuryanti.

Ia berharap dari hasil kerja Disperin NTB selama 5 tahun dengan 3 icon industri NTB akan lahir banyak pelaku industri baru yang nantinya bisa direkomendasikan untuk magang pada industri binaan telah eksis.

Baca Juga :  Disperin NTB Bersama KSB Jalin Sinergitas dan Ekosistem Industrialisasi

“Nanti kita tidak adakan bimtek lagi, tapi untuk pelaku Industri baru langsung saya rekomendasikan magang,” katanya.

Sementara itu, Kepala BEI NTB I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyampaikan bahwa akses permodalan dan Initial Public Offering (IPO) bagi pelaku UKM dan Startup bisa didapatkan melalui pasar modal.

“IPO ini sangat bermanfaat bagi IKM NTB yang akan mendapatkan pendanaan tanpa batas, meningkatkan citra perusahaan hingga mendapatkan mitra usaha strategis,” kata Ngurah. (luk)

Komentar Anda