Disperin Ajak Wirausaha Baru Berdaya Saing Global

Nuryanti
Nuryanti

MATARAM – Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti mendorong terbentuknya wirausaha baru berdaya saing global. Mulai dari kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM), standarisasi produk dan bantuan peralatan mesin.

“Untuk bisa berdaya saing global memang harus ada intervensi dilakukan dan 4 hal tersebut menjadi pendorong wirausaha baru,” kata Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti, Rabu (17/11).

Nuryanti menerangkan, pertama dari kelembagaannya harus memiliki banda hukum minimal CV, karena untuk mendapatkan kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan jika ingin melakukan transaksi minimal UD. Kedua SDM memiliki uji kompetensi atau standar-standar yang bisa menghasilkan produk yang bisa di standarisasi.  Ketiga produk yang dihasilkan harus standarisasi dari proses produks sampai packaging-nya, keempat baru bantuan-bantuan rumah produksi untuk mesin dan peralatan.

“Inilah 4 intervensi kita untuk membangun industri di NTB atau wirausaha berdaya saing global. Strategi lainnya ketika mereka sudah mulai besar tentu tidak bisa berbasis rumahan, tetapi kawasan industri juga siapkan,” kata Nuryanti, Rabu (17/11).

BACA JUGA :  Disperin NTB Siapkan Aplikasi ‘SIMANIS’ untuk IKM

Jadi tahapan intervensi juga jelas, nantinya rencana pembangunan industri setelah ada produknya yang terstandarisasi akan tahap berikutnya. Yakni ada kawasan industri bagi IKM-IKM yang naik kelas, sehingga ketika ada kawasan industri pemain lokal bisa masuk.

“Kalau kawasan yang duluan orang lain yang kita fasilitasi,memang disitulah industri kerakyatan yang memang tidak mercusuar. Tetapi sekarang kita untuk pelaku yang baru empat hal inilah yang diintervensi, minimal empat ini mereka harus tahu dulu,” terangnya.

Yanti mengaku sudah banyak wirausaha baru ini bermunculan, tetapi memang belum banyak mampu berdaya saing global. Padahal jika mereka mau pun akan dibantu pemerintah. Terlebih produknya sudah terstandarisasi dan mampu menembus pasar luar.

BACA JUGA :  Disperin NTB Gandeng PWI Tingkatkan Kompetensi Puluhan Jurnalis

“Produk mereka tidak hanyaterstandarisasi saja tetapi mereka bisa patenkan dari merek, desain dan HAKI agar tidak dijiplak orang lain. Seperti sorgum itu, produknya sudah bisa ke pasar global,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk bisa berdaya saing global Dinas Perindustrian NTB menyentuh dari sisi kelembagaan. Di mana lembaganya harus formal, artinya harus punya izin dan tentunya akan didampingi. Kemudian produknya distandarisasi, produknya itu sudah memiliki izin edar, packaging, halal, PIRT, BPOM, ada SNI -nya kemudian ada nutrition fact untuk produk makanan. Selain itu, untuk branding setelah produk diintervensi.

“Memang tahapannya panjang yang untuk produk ini agar berdaya saing. Tidak bisa instan, tetapi memang harus dimulai karena kita baru pertama,” ucapnya. (dev)