Disbudpar NTB Jamu Makan Malam Kafilah MTQ Provinsi Sulsel

MATARAM—Mempererat tali silaturahmi dan rasa persaudaraan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Minggu malam kemarin (31/7), menggelar wellcome dinner (jamuan makan malam, red) rombongan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke XXVI dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Jamuan makan malam yang dilaksanakan di halaman Kantor Disbudpar NTB itu, selain dihadiri Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, beserta jajaran para Kabid, Kasi, hingga Kepala UPT Taman Budaya dan Museum NTB. Tampak hadir pula Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Djoka, Plt Ketua BPPD NTB, H. Afan, serta dua Budayawan NTB, Ahmad JD dan Tarfi. Sementara untuk rombongan Kafilah MTQ Provinsi Sulsel, dipimpin langsung oleh Ketua Rombongannya, KH DR Yunus Samad, LC.

Kesempatan silaturahmi itu, Kepala Disbudpar NTB selain menyampaikan secara singkat profil Provinsi NTB, juga berbagai potensi wisata, budaya, termasuk kuliner dan kerajinannya. “Inilah NTB bapak-bapak dan ibu-ibu. Berbagai keunikan seni budaya yang ada di NTB, yaitu suku Sasak, Samawa, dan Mbojo, mungkin telah dilihat pada pagelaran tari kolosal yang ditampilkan pada malam pembukaan MTQ Nasional kemarin malam (Sabtu malam),” kata Faozal.

Disampaikan Kadisbudpar, sejarah dan ikatan emosional yang terbentuk antara masyarakat NTB, baik di Pulau Lombok maupun Sumbawa, dengan masyarakat Sulsel, telah terjalin sejak jaman dahulu. Termasuk sejarah masuknya Islam ke NTB, khususnya ke Pulau Sumbawa, juga berasal dari Sulsel.

“Banyak diantara masyarakat NTB, khususnya yang ada di Pulau Sumbawa, memiliki kekerabatan dengan masyarakat Sulsel. Sedangkan kalau di Pulau Lombok, banyak masyarakat pesisir yang asal-usulnya dari Sulsel. Seperti di Kecamatan Ampenan, ada satu Kampung (Lingkungan) yang bernama Kampung Bugis,” beber Faozal seraya berharap, para Kafilah MTQ Sulsel selama berada di Lombok bisa merasa di rumah kedua (daerah sendiri).

Kesempatan itu Faozal juga menawarkan kepada rombongan Kafilah MTQ Sulsel yang hendak berwisata ke berbagai destinasi wisata di Lombok, pihak Disbudpar NTB juga telah menyediakan Suttle Bus Pariwisata gratis. “Ada empat bus pariwisata yang kita siapkan dengan titik pemberangkatan di Taman Sangkareang Mataram, dengan rute yaitu ke obyek wisata Taman Mayura, Taman Narmada, Pusat Kerajinan Perhiasan Mutiara di Sekarbela, Kota Tua Ampenan, Pasar Seni, dan Museum Negeri NTB,” beber Faozal.

Sementara Pimpinan Rombongan Kafilah MTQ Provinsi Sulsel, KH DR Yunus Samad, LC, dalam sambutan balasan menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan ramah dan meriah yang diberikan oleh tuan rumah. “Beberapa kali saya dipercaya memimpin kontingen Sulsel untuk mengikuti kegiatan MTQ maupun STQ di berbagai daerah di Indonesia. Baru ketika berada di NTB ini saya mendapatkan sambutan yang begitu hangat dari tuan rumah. Hal ini juga sudah saya laporkan ke Pak Gubernur Sulsel, yang tidak bisa berlama-lama di Lombok, karena banyak tugas yang harus diselesaikan,” paparnya terharu.

Sebagai ulama jebolan Timur Tengah, Yunus juga mengaku banyak mengenal para ulama dari Lombok, yang bahkan merupakan teman kuliahnya ketika dia masih menimba ilmu. Termasuk kalau di daerah pesisir Lombok ada masyarakat Bugis, maka di Sulsel, tepatnya di Palopo juga banyak masyarakat dari Lombok. “Masyarakat di Palopo yang rata-rata asal Lombok ini banyak yang telah berhasil, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan,” jelasnya seraya berdoa, semoga dengan MTQ kali ini, masyarakat NTB lebih berkah lagi. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid