Dinas KUMKM Tingkatkan SDM Perajin Serabut Kelapa

SERABUT KELAPA: Sekretaris Dinas KUMKM NTB, H. Zainul Islam menunjukkan sapu berwarna, berbahan baku serabut kelapa hasil kerajinan KUB Sumber Rezeki, Dusun Benyer, Selasa kemarin (25/10) (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) Provinsi NTB kembali melatih wirausaha yang bergerak di bidang kerajinan berbahan baku serabut kelapa. Sebanyak 60 orang pelaku wirausaha baru (WUB) yang ada di Provinsi NTB, Selasa kemarin (25/10) diberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk dan pengelolaan manajemen menjadi lebih baik.

Kerajinan berbahan baku dari serabut buah kelapa seperti sapu, keset (lap kaki), sulak dan lainnya memiliki potensi pangsa pasar lokal, nasional bahkan ekspor sangat terbuka luas.

“Pangsa pasar kerajinan berbahan baku serabut kelapa ini terbuka lebar. Namun perlu didukung oleh kualitas produk dan kontinyuitas produksi harus bisa dijamin,” kata Sekretaris Dinas KUMKM Provinsi NTB, H. Zainul Islam di hadapan 60 orang calon wirausaha baru bidang kerajinan serabut kelapa, kemarin.

Dikatakan, untuk menghasilkan hasil kerajinan yang berkualitas, perlu memperhatikan kebutuhan dan permintaan pasar yang sedang dibutuhkan konsumen. Artinya, perajin tidak asal produksi tanpa jelas pangsa pasarnya. Dengan demikian setiap kerajinan yang dihasilkan bisa langsung diserap oleh pembeli.

Selain itu, dalam pengelolaan usaha, pelaku usaha mikro kecil dan menengah bidang kerajinan berbahan baku serabu buah kelapa ini sangat penting memahami manajemen dalam pengelolaan usahanya. Baik itu pengelolaan administrasi usaha hingga pengelolaan keuangannya.

Hal tersebut diakui Zainul Islam , menjadi sangat penting, karena menjadi penentu dalam sebuah keberhasilan usaha menjadi lebaik dan besar kedepannya. “Jangan membuat apa yang bisa dibuat, tapi buatlah apa yang bisa dijual,” ujar Zainul Islam.

Lebih lanjut Zainul Islam mengatakan, setelah mengikuti pelatihan dari tanggal 25-28 Oktober, sebanyak 60 orang wirausaha baru tersebut langsung diberikan pendampingan oleh konsultan pendamping UMKM yang telah direktur Kementerian Koperasi UKM RI. “Sebanyak 10 UMKM didampingi  1 orang konsultan untuk manajemen, pengelolaan keuangan hingga pemasarannya,” kata Zainul.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sumber Rezeki, Dusun Benyer, Desa Telagawaru, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Muhammad Junaidi mengatakan, peluang pasar kerajinan berbahan baku serabut kelapa sangat besar. Bahkan saat ini kelompok perajin anyaman berbahan baku serabut kelapa kekurangan roduksi karena tingginya permintaan pasar.

“Bahkan pengusaha asal Belanda memesan ribuan sapu berbahan baku serabut kelapa. Tapi karena kendala produktifitas tidak sampai sebanyak itu akhirnya kami tak sanggup,” ujar Junaidi yang ditunjuk menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut.

Dalam prosduksi kerajinan berbahan baku serabut kelapa, JUnaidi menyebut tidak hanya serabut kelapa saja yang bisa bernilai uang. Namun, limbah dalam bentuk serbuk dari serabut kelapa yang sudah ditumbuk menjadi halus juga bisa juga dijual, bahkan pernah di ekspor ke Jepang.

Namun karena produktifitas yang tidak kontinyu, ekspor ke Jepang sebanya puluhan ton hanya bisa dilakukan satu kali. “Selesai pelatihan nanti, kami siap mendampingi sampai memasarkan produk yang telah dihasilkan wirausaha baru ini,” ujar Junaidi. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid