Desember, Tiada Hari Tanpa Panen Padi di NTB

Desember, Tiada Hari Tanpa Panen Padi di NTB
PANEN RAYA: Kepala BPTP Balitbangtan NTB, Dr H M Saleh Muhktar, bersama personil Kodim dan Babinsa, serta Dinas Pertanian NTB, ketika panen raya di Dusun Temas, Narmada, Minggu kemarin (17/12).(LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kementerian Pertanian Republik Indonesia memastikan produksi padi secara nasional dalam kondisi aman. Bahkan panen padi setiap hari tetap ada oleh petani di seluruh Indonesia. Untuk memastikan produksi padi melimpah, secara nasional digelar panen padi serentak bulan Desember 2017 ini.

Seperti yang dilaksanakan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTB, bersama TNI Angkatan Darat, Minggu kemarin (17/12), menggelar panen raya tanaman padi di Dusun Temas, Desa Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Hadir diantaranya adalah Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB.

“NTB sebagai lumbung pangan nasional, membuktikan bahwa produksi padi dalam kondisi aman,” kata Kepala BPTP Balitbangtan NTB, Dr Moh Saleh Mukhtar, yang didampingi perwakilan dari Kodim Lombok Barat.

Saleh menyebut, untuk bulan Desember 2017 ini saja yang melakukan panen tanaman padi di seluruh wilayah Provinsi NTB di 10 kabupaten/kota, lebih dari 7.000 hektar. Untuk wilayah Kabupaten Lombok Barat saja lebih dari 1.000 hektar yang panen bulan Desember, dan mulai tanam pada bulan September lalu.

BACA JUGA :  Realisasi Program Upsus Siwab Mencapai 75 Persen

Untuk wilayah Narmada, sedikitnya ada 300 hektar yang mulai panen di awal Desember 2017 ini. Di wilayah Kota Mataram ada lebih dari 60 hektar juga melakuan panen padi di bulan Desember ini. “Di NTB itu tiada hari tanpa panen padi. Artinya, produksi setiap hari menunjukan stok pangan NTB dalam kondisi aman dan terjaga,” jelasnya.

Panen raya di lahan sawah milik Hj Anisa, di Dusun Temas, Desa Narmada, Lombok Barat ini diatas lahan lebih dari 1,6 hektar dan juga beberapa hektar milik petani menanam varietas  inpari 33 dengan provitas 9,8 ton/hektar, inpari 32 dengan provitas 8,05 ton/hektar dan inpari 30 provitas 7,0 ton/hektar. Sementara itu, teknlogi terapan yang digunakan oleh petani adalah Jarwo Super dan penggunaan pupuk berimbang termasuk pupuk organik.

“Panen ini dilakukan untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa stok beras di NTB itu aman. Karena panen kita itu setiap hari dan produksi padi di NTB itu melimpah jauh melampaui target,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Husnul Fauzi memastikan produksi padi di NTB melampaui target. Jika target sebelumnya 2,1 juta ton gabah kering panen (GKP), maka produksi yang terealisasi diatas 2,3 juta ton GKP. Artinya produksi melampaui target.

“Meski ada yang gagal panen karena bencana alam berupa banjir, tidak sampai menggangu capain produksi. Karena yang terdampak itu sangat kecil dibawah 1 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala perum Bulog Divre NTB, H Achmad Ma’mun menyebut bahwa stok cadangan pangan untuk NTB masih aman hingga 5 bulan kedepan atau April 2018 mendatang. “Stok aman hingga April 2018. Stok yang sekarang ada it uterus brtambah, seiring pembelian terus berjalan,” pungkasnya. (luk)

loading...