Desa Jeruk Manis Kembangkan Tiga Obyek Wisata

Air Terjun Durian Indah dan Tibu Bunter
AIR TERJUN: Keindahan obyek wisata Air Terjun Durian Indah dan Tibu Bunter yang masih alami dan belum terkontamitasi tangan manusia, yang rencananya akan dikembangkan oleh Pemdes Jeruk Manis. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Desa Jeruk Manis, salah satu desa di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), dikenal memiliki pesona alam yang sangat indah. Hanya saja, hal ini ternyata kurang mendapat perhatian, sehingga masih perlu dikembangkan.

Kepala Desa (Kades) Jeruk Manis, Nurhadi Muis, mengakui kalau sebelumnya pihaknya kurang menaruh perhatian. Namun melihat berbagai potensi yang cukup menjanjikan itu, maka dia bertekat untuk mengembangkan obyek-obyek wisata didesanya, sehingga mampu mengejar ketinggalan dari daerah lain.

“Karena ini merupakan desa pemekaran dan desa paling ujung, Desa Jeruk Manis memang kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Namun saat ini saya dan masyarakat akan mengembangkan wisata-wisata yang ada di Desa Jeruk Manis,” tekadnya ketika ditemui Radar Lombok, Kamis (9/3).

Dikatakan, Desa Jeruk Manis saat ini terdapat tiga obyek wisata yang akan dikembangkan, diantaranya “Durian Indah” yang berlokasi tidak jauh dari desa, dan bukan termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Selain itu, juga ada obyek wisata “Air Terjun Sarang Walet” yang letaknya di belakang Durian Indah. Satu obyek wisata lagi, “Tibu Bunter” yang pemandangannya sangat menarik.

[postingan number=5 tag=”wisata”]

“Sebenarnya ada empat obyek wisata, ditambah Air Terjun Jeruk Manis. Namun karena sudah termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, tentu kita tidak bisa mengklaim. Jadi kita akan fokus di tiga obyek wisata saja,” ujar Kades.

Pengembangan pariwisata sambungnya, semata-mata bertujuan untuk mensejahtrakan masyarakat, dimana saat ini masih tergolong rendah. Sehingga dengan adanya pariwisata, maka ekonomi masyarakat setempat bisa terdongkrak.

Lebih lanjut mantan Kasat Pol PP Lotim ini menyampaikan, terletak di daerah yang sangat strategis dan sejuk, Desa Jeruk Manis tentu sangat ideal untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Selain juga memiliki potensi agrowisata, seperti menanam sayuran, buah-buahan, hingga tanaman bunga, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah ini.

Namun disadari, meskipun pihaknya memiliki antusias tinggi untuk mengembangkan wisata di desanya, kalau tidak mendapat dukungan pemerintah, baik Pemkab, Pemprov atau Pemerintah Pusat, sama saja bohong. “Kalau potensi ini dkembangkan, akan menjadi salah satu ikon Lombok Timur, dan NTB yang kini dikenal sebagai destinasi wisata halal,” yakinnya.

Sebelumnya, untuk Durian Indah pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp 100 juta. Hanya saja, yang masih menjadi salah satu kendala saat ini adalah ketiadaan akses jalan menuju lokasi dan masih jelek. “Untuk akses jalan menuju tiga obyek wisata ini, diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 500 juta lebih, baik untuk kebutuhan membangun jalan, rabat, dan membuka jalan baru menuju lokasi obyek wisata,” terangnya.

Jika pemerintah, dalam hal ini Dinas Pariwisata Lotim maupun Provinsi benar-benar serius mengembangkan pariwisata di Lotim, menurutnya harus fokus di satu tujuan, sehingga daerah yang akan dikembangkan itu cepat mengalami kemajuan.

Dicontohkan daerah Tete Batu yang merupakan salah satu daerah paling dahulu dikenal oleh wisatwan. Namun saat ini Tete Batu hanya dijadikan sebagai tempat  persinggahan saja. “Jadi saran saya, pemerintah itu satu atau dua saja yang difokuskan. Sehingga akan mendapat hasil yang memuaskan, dan dapat dinikmati oleh masyarakat,” sarannya.

Salah satu kelebihan Desa Jeruk Manis, tiga obyek wisata ini letaknya saling berdekatan. Artinya, pengunjung atau wisatawan dengan membeli satu tiket masuk saja, akan disuguhkan oleh oleh keindahan tiga obyek wisata yang menakjubkan.

“Contohnya, jika pemerintah akan membuat kolam didekatnya. Selain mandi di kolam, pengunjung juga bisa mandi di air terjun yang yang cukup tinggi, ditambah dengan pemandangan alam lainnya,” jelasnya. (cr-wan)