Derita Murdiman Mengidap Penyakit Daging Tumbuh

KURUS: Tubuh Murdiman kini sangat kurus setelah penyakit daging tumbuh di pinggangnya terus membesar. (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

Murdiman tercatat sebagai salah seorang warga Dusun/Desa Langko Kecamatan Janapria. Ia menderita penyakit daging tumbuh di punggungnya dan belum terobati sejak 2011 silam. Maklum, Murdiman tak punya biaya operasi untuk mengangkat penyakit itu.

 


SAPARUDDIN-PRAYA


 

MURDIMAN hanya bisa terbaring lemas sambil mengerang kesakitan di gubuk reyotnya saat koran ini mengunjunginya akhir pekan lalu. Ia ditemani beberapa keluarganya di rumah itu. Namun, erangan Murdiman tak hanya kali ini didengar keluarganya. Melainkan sudah lima tahun lebih. Tepatnya sejak tahun 2011 silam.

Menurut cerita keluarganya, Junaidi Toyib, Murdiman awalnya hanya mengalmi daging tumbuh sebesar biji asam di belakang daun telinganya. Ia kemudian memeriksa penyakitnya ke puskesmas terdekat. Tapi, oleh petugas puskesmas waktu itu diberitahukan bahwa penyakitnya tidak berbahaya sehingga tak perlu khawatir.

BACA JUGA :  Mengenal Ni Nyoman Ivana Maharani, Murid Berprestasi Tingkat Internasional

[postingan number=3 tag=”boks”]

Murdiman pun tak terlalu menghiraukannya kemudian. Tapi, lamabat laut ternyata penyakitnya ternyata membesar dan tumbuh di pinggangnya. Penyakit itu saban hari, bulan dan tahun semakin membesar. Tanpa disadari, penyakit itu ternyata telah menggerogoti tubuhnya selama ini.

Tubuhnya yang dulu kekar dan padat setiap waktu makin kurus seiring erangan sakitnya. Seiring itu pula, ia pergi berobat ke puskesmas terdekat. Namun, tak ada perubahan apa-apa karena hanya sebatas disuntik lalu kemudian diberikan obat seadanya. ‘’Tidak ada perubahan sampai sekarang. Malah penyakitnya semakin menjadi-jadi dan membuat tubuhnya semakin kurus,’’ cerita Junaidi.

Selama mengidap penyakit itu, Murdiman belum pernah dibawa ke dokter spesialis. Sehingga belum ada satu pun petugas kesehatan yang mengetahui jenis penyakitnya. ‘’Kalau orang kampung di sini bilang, ini penyakit aneh,’’ ungkapnya.

BACA JUGA :  Ini Cara Sukawati Menjual Jajanan Batu Mimis

Namun, sambung Junaidi, andai kata sejak awal petugas kesehatan di puskesmas memberitahukan penyakit yang diderita Murdiman berbahaya. Maka, tentunya pihak keluarga akan mengobatinya lebih awal. Tapi, sekarang tidak memungkin untuk membawa Murdiman berobat ke dokter spesialis, karena biayanya sangat mahal.

Karenanya, Junaidi mengaku, ada petugas dan instansi kesehatan maupun pemerintah yang peduli dengan penyakit yang diderita Murdiman. Karena baginya, tidak mungkin warga miskin itu dibawa berobat ke rumah sakit tanpa bantuan pihak tertentu. Hal ini mengingat kondisi ekonomi keluarga Murdiman tidak memungkinkan. ‘’Kita butuh bantuan pemerintah kalau ada,’’ pungkasnya. (**)