DBD Serang Semayan dan Tiwugalih

FOGGING: Tampak petugas fogging Puskesmas Praya, sedang melakukan fogging di kampung yang masuk zona merah DBD (DOK/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Penyakit demam berdarah dan chikungunya awal tahun 2017 ini menyerang warga dua kampung. Yakni, warga Lingkungan Beransak Kelurahan Semayan dan Lingkungan Bonter Kelurahan Tiwugalih Kecamatan Praya.

Hal ini diungkapkan Kepala Puskesmas Praya, Muslim Tasim, bahwa kedua kampung itu diserang penyakit demam berdarah dan chikungunya. Warga Beransak sendiri diserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Ada sekitar puluhan warga yang sudah dirawat, baik di puskesmas maupun di rumah sakit. ‘’Kalau yang dirujuk ke rumah sakita ada lima orang, dan ada juga yang kita rawat di sini,’’ ungkap Muslim, kemarin (21/2).

Baca Juga :  ITDC Tempuh Jalur Hukum

[postingan number=3 tag=”dbd”]

Untuk pasien chikungunya sendiri, sambung dia, juga sempat dirawat di puskesmas tapi sudah pulang karena sudah sembuh. Untuk menangani kemungkinan penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut, pihaknya sudah melakukan fogging atau penyemprotan.

Namun, kata Muslim, langkah ini tak sepenuhnya efektif mengingat fogging tak bisa menghancurkan jentik nyamuk. Fogging hanya bisa membunuh induk nyamuk saja tanpa bisa menghancurkan jentiknya. Jika jentik ini berkembang, maka bisa lebih ganas karena sudah kebal dengan racun.

Baca Juga :  Pajak Tak Naik tapi PNPB

Karenanya, Muslim mengimbau, agar sebaiknya warga tetap waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan. Terutama menerapkan 3M, yakni menguras dan membersihkan bak penampungan air, mengubur barang bekas, serta menutup tempat penampungan air. ‘’Fogging ini tak seterusnya efektif melainkan warga harus menjaga kebersihan lingkungan,’’ imbuhnya. (cr-ap)