Bupati Kecewa Banyak Randis tak Terawat

Bupati Kecewa Banyak Randis tak Terawat
RANDIS : Ada banyak kendaraan dinas (Randis) di Pemkab Lombok Barat yang justru tidak terawat.( Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG-Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, menyampaikan kekecewaannya kepada para Pegawai Negeri Mataram Sipil (PNS) yang tidak bisa bahkan malas merawat aset daerah berupa kendaraan dinas (Randis). Kekecewaannya ia sampaikan saat berlangsung rapat pimpinan (Rapim). Bupati menegaskan ia dan Wabup Hj. Sumiatun berkomitmen menata aset daerah, diantaranya randis.”Kendaraan dinas tidak dirawat dengan baik, padahal sudah ada biaya pemeliharaannya,” kata bupati.

Padahal semua Randis sudah memiliki anggaran pemeliharaan, mulai dari perbaikan, harga oli, harga BBM, biaya servis dan onderdil, bahkan sudah disediakan biaya perpanjangan STNK. Tapi faktanya ada Randis selama lima tahun tidak pernah dibayarkan pajaknya. “Lima tahun tidak diperpanjang, ban tidak pernah diganti, kalau Randis ini bisa jalan menggunakan air, mungkin bensin tidak akan dipakai,” ungkap bupati menyindir.

Seharusnya ketika PNS diberikan Randis, tentunya harus dirawat dengan baik karena diberikan minjam, apalagi yang memberi pinjaman adalah negara yang juga sudah menyediakan biaya perawatannya.”Seharusnya Randis ini lebih kita jaga dan diperhatikan, lebih baik lagi, kita harus menjaga milik barang yang dipinjam,” katanya.

Agar pengelolaan aset di daerah ini teratur, Fauzan akan membuat kebijakan yang cukup revolusioner dalam upaya penertiban aset. Dimana semua pengelolaan aset, pendataan aset,  bahkan pemeliharaan dan pembayaran pajaknya di satu SKPD yaitu di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.”Jadi nanti kalau ada Randis yang tidak diperpanjang pajaknya, cukup satu orang yang kita panggil, dan yang kita pecat itu satu orang,” tegasnya.

Jangan sampai setelah terjadi kecelakaan baru pada menyesal. Sebagai pimpinan ia ingin mengajak para PNS agar agar peduli terhadap aset.

Hal lain yang menjadi perhatian bupati yakni aset lahan yang bermasalah. Bupati meminta OPD yang mengurus aset untuk melakukan penertiban tanpa pandang bulu.”Terus bergerak, kami ada di belakang kepala badan dalam upaya penertiban aset,” tegasnya.

Sementara itu Kepala BPKAD Lobar, H. Fauzan Khusniadi, menyatakan siap melaksanakan semua tugas dan pelimpahan wewenang yang diberikan. Khusus untuk penertiban aset daerah, ia mengaku diperintah secara khusus oleh bupati untuk melakukan penertiban terhadap semua aset Pemkab Lobar berupa lahan yang sekarang dikuasai ataupun sudah dijual oleh sejumlah oknum.”Bupati sudah perintahkan langsung untuk menertibkan semua aset Pemkab, tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Mulai tahun ini, Pemkab Lobar.(ami)