BPBD Atensi Ancaman Longsor Sembalun

BPBD Atensi Ancaman Longsor Sembalun
LONGSOR: Kondisi perbukitan di sepanjang jalur menuju Sembalun yang rawan terjadi longsor, terutama di musim hujan seperti sekarang ini. (M GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Ancaman bencana longsor di sepanjang jalur menuju Sembalun dan sebaliknya kian mengkhawatirkan. Terlebih setelah beberapa hari lalu kembali terjadi longsor di dua titik berbeda di kawasan Pusuk Sembalun. Kejadian itu menyebabkan material longsor berupa tanah dan bebatuan besar yang jatuh dari atas perbukitan menutup  total ruas jalan. Hal itu menyebabkan aktivitas lalu lintas lumpuh total kurang lebih selama beberapa jam. Beruntung kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Sejak kurun 2019, setidaknya ada lima kali terjadinya longsor di sepanjang jalur menuju Sembalun. Selain di jalur pusuk,  sebelumnya longsor juga telah terjadi kurang lebih tiga kali di lokasi yang sama, tepatnya di Sungai Togok, Sembalun Bumbung. Material longsor dari perbukitan yang jatuh ke Sungai meluap ke jalan raya. Akibatnya jalan raya pun tertutup penuh material longsor. Setelah itu, longsor kembali terjadi di tempat yang sama.

BACA JUGA: SMAN 1 Sembalun Terapkan Sanksi Membaca Alquran

Terkait ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Purnama Hadi mengatakan, ancaman bencana longsor di beberapa titik di jalur menuju Sembalun, tentunya menjadi perhatian khusus mereka. Terlebih lagi di tengah kondisi cuaca dan intensitas hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah itu. Belum lagi ditambah dengan kondisi struktur tanah yang labil akibat bencana gempa. Sehingga sangat memungkinkan ancaman longsor itu kapan saja bisa terjadi. ‘’Kita ketahui bersama, bahwa Sembalun ini pusat sering kalinya terjadi longsor. Bahkan sejak 2019 ini hampir sudah lima kali longsor terjadi,‘’ kata Purnama Hadi.

Berbagai langkah akan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diingingkan telah disiapkan. Salah satunya terkait rencana untuk menyiagakan alat berat berupa eskavator selama 24 jam di lokasi atau titik-titik yang rawan longsor, terutama di Pusuk Sembalun. Ketika terjadi hal yang tidak diinginkan itu, material longsor bisa langsung cepat dibersihkan. ‘’Selama ini kita tetap bisa dengan cepat mengatasi. Meski kita harus meminjam alat belat. Karenanya kedepan, kita akan usulkan untuk pengadaan alat belat supaya bisa stanby di lokasi rawan longsor,‘’ ujar dia.

Tidak hanya alat berat, namun tenaga manusia atau petugas tanggap darurat penanggulangan bencana juga harus  disiagakan di wilayah Sembalun. Ketika ada kejadian, mereka bisa langsung cepat bergerak ke lokasi. ‘’Kita harus siapkan tenaga dan alat belat di sana. Kalau kita bawa dari Selong ke sana, lokasinya cukup jauh,‘’ ujar dia.

BACA JUGA: Mengunjungi Rumah Baca ‘’Lombok Love Library’’ Sembalun

Purnama juga menyampaikan, perbuktikan di pusuk yang telah dikeruk untuk pelebaran jalan oleh provinsi, juga salah satu yang dikhawatirkan rawan terjadinya longsor. Terlebih kondisi bukti semakin miring dan di bagian bawahnya hanya disangga dengan tanggul tembok. Namun tanggul itu sepenuhnya tidak bisa dijamin akan kuat dan menahan material longsor. Bahkan meski pun tidak hujan, tanah perbukitkan di lokasi pelebaran jalan itu sering kali ambruk. ‘’Itu kan jalan negara ditangani pusat melalui provinsi. Makanya kita mengingkan supaya ada sinkroninasi kegiatan antara kabupaten dan provinsi. Mana yang menjadi tugas kita dan provinsi itu yang kita kerjakan. Supaya kita tidak saling lempar tanggung jawab,‘’ sebut dia.

 Kondisi jalur pusuk terutama di tempat pelebaran jalan itu, katannya, memang cukup mengkhawatirkan ancaman longsor. Sebelumnya, pihak provinsi diharapkan bisa melakukan pengerjaan yang maksimal terhadap proyek pelebaran jalan. Tapi nyatanya kondisi seperti itu. ‘’Makanya kita perlu untuk lebih tingkatkan koordinasi lagi. Anstipasi lainnya juga  kita telah memasang alat peringatan longsor. Tapi lokasinya di Tete Batu. Malah di sana tidak terjadi longsor,‘’ tutup Purnama. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut