Bidan Diminta Cermati Penyebab Kematian Ibu

GIRI MENANG – Seluruh bidan di Lombok Barat diminta terus meningkatkan kemampuan mereka melayani masyarakat. Diantaranya, bidan diminta cermat mengidentifikasi kasus kematian ibu melahirkan. Misalnya, kini penyebab kematian ibu melahirkan tidak hanya karena pendarahan, tetapi juga faktor penyakit tak menular yang dideritanya. Indentifikasi dan tindakan yang cepat akan bisa menyelamatkan nyawa sang ibu dan bayi.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lombok Barat M. Abdullah saat berlangsung pelatihan bidan di Giri Menang, Jumat (19/8).

Ia menyebutkan data sepuluh tahun terakhir kasus kematian ibu melahirkan masih berkutat di faktor pendarahan. Belakangan, ada penyebab lain yakni penyakit tak menular yang diderita sang ibu. Kemampuan bidan mengidentifikasi masalah akan mampu memberikan pertolongan maksimal. Ini juga bentuk pendeteksian dini.”Agar bisa menyelematkan jiwa ibu dan bayi,” terangnya.

Dinas Kesehatan bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Lombok Barat terus berupaya meningkatkan kualitas pengetahuan bidan agar bisa memberikan pelayanan terbaik saat bertugas. Pelatihan juga diharapkan bisa meningkatkan kemampuan bidan bertindak cepat menyelamatkan jiwa ibu dan anak. “ Jadi bidan tidak hanya berpikir dari sisi teori, tetapi juga dari sisi gizi, sosial dan ekonomi sang pasien. Kita akan berusaha memberdayakan orang tua dan masyarakat di sekitar,” ungkapnya.  

Sementara itu Ketua IBI Lombok Barat Hj. Nap’ah mengatakan, pelatihan bertemakan midwifery update (MU) ini sebagai upaya membekali bidan dengan kemampuan pengetahuan seputar kesehatan ibu, bayi, balita, remaja dan Lansia. Bidan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan. “Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas SDM,” pungkasnya.(flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid