BI NTB Melepas Ekspor Komoditas Unggulan ke Empat Negara

Ekspor BI NTB
MELEPAS EKSPOR : Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono bersama Anggota Komisi XI DPR RI Hj Wartiah, Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji saat melepas container komoditas ekspor, Sabtu (12/11).

MATARAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Sabtu (12/11) melepas lima komoditas hasil pertanian, perikanan dan perkebunan untuk diekspor ke sejumlah negara di Eropa, Asia dan Amerika Serikat. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono bersama Anggota Komisi XI DPR RI Hj Wartiah melepas langsung pelepasan ekspor lima komoditas unggulan binaan BI NTB tersebut.

Adapun komoditas ekspor non-tambang yang dikirim ke sejumlah negara tujuan ekspor tersebut, berupa vanili organik sebanyak 2 ton dengan tujuan Amerika Serikat, kopi sebanyak 3 kontainer dengan tujuan Korea Selatan, Sarang Burung Walet sebanyak 2 kontainer ke China, serta Tuna Loin sebanyak 1 ton ke Singapura.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji mengatakan Bank Indonesia sebagai hamzah washal atau akselerator ingin mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama mendorong kebangkitan ekonomi di NTB, khususnya melalui akselerasi pengembangan ekspor komoditas unggulan nontambang dan pariwisata.

“BI sebagai akselerator terus bersama meningkatan akselerasi ekonomi melalui mningkatkan ekspor komoditas unggulan. NTB memiliki banyak potensi produk bernilai ekspor,” kata Heru Saptaji.

Baca Juga :  Beras Masih Menjadi Penyumbang Inflasi Volatile Food Utama NTB

Dijelaskan Heru, Bank Indonesia dengan dedicated team “NTB Genjot Ekspor” juga berhasil merespon dan menangkap peluang pasar ekspor nontambang sebagai new source engine of growth di wilayah NTB, antara lain komoditas vanili organik, kopi, sarang burung walet, rumput laut, dan ikan tuna.

“Keberhasilan ekspor bukan suatu perjalanan yang singkat, diperlukan upaya pendampingan secara end to end, baik dari sisi hulu sampai ke hilir,”  ujar Heru.

Disampaikannya, berbagai intervensi dilakukan BI NTB, antara lain dari aspek sarana dan prasarana produksi, green house, pemasaran produk hingga luar negeri, fasilitasi pengiriman sampel produk ke luar negeri, serta berbagai aspek penunjang lainnya. Dari berbagai upaya tersebut, antusiasme dan permintaan calon buyer dari luar negeri terhadap komoditas unggulan NTB ternyata sangat tinggi, yang menunjukkan bahwa kualitas produk yang dimiliki UMKM NTB bisa bersaing di pasar internasional.

Baca Juga :  BI NTB Tingkatkan Kapasitas Pengelola Sarhunta Kawasan Mandalika

“Produk vanili organik, kopi, ikan tuna, srang wallet ini, diberikan pendampingan dari hulu hingga hilir, sehingga mampu memperluas akses pemasaran. Mulai dari pemasaran virtual, e- commece global dan berbagai upaya lainnya,” kata Heru

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono memberikan apresiasi kepada NTB karena memiliki persentase pertumbuhan ekonomi yang positif di angka 7,10%, lebih baik dari Nasional yang berada dikisaran 5,72%.  Pertumbuhan ekonomi yang baik tersebut juga karena adanya penguatan dari sisi ekspor, sehingga pelaksanaan selebrasi ekspor dan pariwisata kali ini merupakan hal yang sangat tepat ditambah dengan event WSBK yang sedang berlangsung di Provinsi NTB.

“Saya turut bangga dan mengapresiasi forum NTB Genjot Ekspor bisa mendorong kinerja ekspor, semoga momentum ini bisa kita manfaatkan dengan baik untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” ujar Doni. (luk)

Komentar Anda