BI Dorong Pengembangan Bawang Putih Sembalun

Panen Raya, Harga Bawang Merah di NTB Anjlok
Ilustrasi

MATARAM–Era tahun 1980-an petani Sembalun, Lotim sempat berjaya dengan komoditas tanaman bawang putih, yang membawa keberkahan bagi penduduk setempat. Penghasilan masyarakat dari produksi bawang putih sangat dirasakan dalam mendongkrak perekonomian masyarakat yang hampir 100 persen menggantungkan hidup sebagai petani bawang putih. Hanya saja, masa kejayaan tanaman bawang putih di Sembalun mulai lenyap di penghujung tahun 1990-an.

Melihat potensi yang begitu besar untuk pengembangan bawang putih (lengsuna, Sasak) di kawasan Sembalun, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB ambil bagian dalam menggeliatkan produksi bawang putih di Sembalun.

“Kami akan membantu petani bawang Sembalun untuk kembali menghidupkan kejayaan pertanian tanaman bawang,’ kata Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Prijono dihadadan 120 orang petani hortikultura, Senin (20/2).

[postingan number=3 tag=”ekonomi”]

Prijono mengatakan, tingkat konsumsi bawang putih masyarakat di Indonesia yang cukup tinggi sebesar 400 ribu ton per tahun, masih belum diimbangi dengan kapasitas produksi yang mencukupi. Data produksi bawang putih nasional pada tahun 2015 tercatat hanya sebesar 20 ribu ton/tahun, atau setara dengan 5 persen dari total kebutuhan konsumsi. Hal tersebut berdampak pada tingginya impor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dalam jangka panjang, impor bawang putih yang tinggi tersebut beresiko memberikan tekanan kepada nilai tukar rupiah. Karena itu Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB berinisiatif untuk membangkitkan kembali kejayaan bawang putih nasional, dengan daerah Sembalun menjadi ujung tombok peningkatan produksi bawang putih tersebut.

“Sembalun berpotensi menjadi sentra produksi bawang putih nasional, mengingat 48 persen produksi bawang putih nasional disumbang oleh Provinsi NTB,” kata Prijono.

Menurut Prijono, langkah awal BI untuk membangkitkan kejayaan bawang putih tersebut diawali dengan kegiatan sosialisasi mengenai pertanian hortikultura dengan teknik total organik. Untuk program pengembangan pertanian tanaman bawang putih di Sembalun, BI menggandeng Balai Pengembangan Teknolgi Pertanian (BPTP) Provinsi NTB.

Sementara itu, Dr. Nugroho Widiasmadi menyampaikan bahwa pertanian dengan menggunakan pupuk kimia akan berdampak pada penurunan kualitas tanah, sehingga lambat laun akan menurunkan kualitas dan ukuran umbi dari bawang putih.

Dengan menggunakan teknik total organik, diharapkan kualitas tanah pertanian di Sembalun yang tercermin dari unsur hara tanah akan kembali meningkat. Sehingga diharapkan bawang putih yang dihasilkan akan memiliki ukuran yang lebih besar, kualitas yang tahan lama, serta rasa yang semakin kuat.

“Penerapan dengan teknik total organik tersebut diyakini akan meningkatkan daya saing produk bawang putih lokal, apabila dibandingkan dengan bawang putih impor yang memiliki umbi yang besar, namun rasa yang tidak kuat,” tutupnya. (luk)

BACA JUGA :  Tampilan Baru Honda Supra X 125 Fi Makin Sporty