Berkas Oknum Polisi Pemerkosa Mahasiswi Rampung

Kombes Pol Syarif Hidayat (DOKUMEN RADAR LOMBOK)

MATARAM-Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB merampungkan berkas perkara Brigadir TO (26) tersangka pemerkosaan terhadap mahasiswi asal Lombok Timur, inisial PU (20). “Tinggal tahap pengiriman berkas perkara tersangka ke kejaksaan,” ucap Direktur Ditreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat, Rabu (10/1).

Berkas perkara tersangka dalam waktu dekat ini akan dikirim ke jaksa untuk diteliti. Apa yang menjadi petunjuk jaksa akan dilengkapi. “Iya, berkas lagi disusun untuk dikirim ke kejaksaan,” sebutnya.

Polda NTB menetapkan TO sebagai tersangka Senin (18/12) lalu, setelah melalui gelar perkara khusus yang dihadiri sejumlah ahli pidana. Tidak hanya itu, penyidik menetapkan TO tersangka setelah adanya hasil visum korban dari Rumah Sakit Bhayangkara. Hasil visum tersebut, salah satu bukti yang menguatkan bahwa terjadinya aksi pemerkosaan yang dilakukan anggota Polri berusia 26 tahun tersebut. “Terduga pelaku sudah ditahan,” katanya.

Baca Juga :  LPA Desak Pelaku Persekusi Pasangan Mesum Diproses Hukum

Pemerkosaan yang dilakukan TO terhadap korban, yang juga anak kosnya itu terjadi Jumat (24/11) lalu. Tersangka menggagahi korban selama dua kali. “Hanya berjarak sekitar 5 menit dari kejadian (korban diperkosa) pertama, terjadi lagi (pemerkosaan) yang keduanya,” kata kuasa hukum korban, Muhammad Tohri Azhari belum lama ini.

Pelaku menjalankan aksinya ketika kos, yang satu pekarangan dengan rumah pelaku dalam keadaan sepi. Saat itu istri pelaku sedang tidak ada di rumah. Kejadian itu berawal dari pelaku yang berperan sebagai bapak kos mondar-mandir di depan kamar korban dengan berpura-pura mengecek dan memperbaiki fasilitas kos yang rusak.

Modus itu pun berhasil mengantarkan TO ke kamar kos, meskipun tidak mendapatkan persetujuan korban. TO memasangkan korban kaca di dinding. Sementara itu, korban asyik memainkan ponselnya.  Kelengahan korban dimanfaatkan TO. Dari belakang, korban langsung dipegang, dipeluk, dicium dan direbahkan di atas kasur hingga berhasil melampiaskan nafsu berahinya. Korban waktu itu tidak berani teriak meminta tolong, karena takut nyawanya dihabisi. “Klien kami hanya melakukan perlawanan dengan fisik saja, tidak melalui suara. Karena sekuat apapun korban teriak, tidak akan didengar oleh tetangga, karena berjauhan sehingga hanya melakukan perlawanan dengan fisik saja,” ucap dia.

Baca Juga :  Dua Pencuri Bawang Milik Anggota TNI Ditangkap

Usai menggagahi korban, oknum tersebut sempat meminta maaf dan mengelus kepala korban. Lalu meninggalkan korban. Berjarak 5 menit, TO kembali menghampiri dan kembali menggagahi korban. Korban kembali tidak berani melawan. “Klien kami takut akan dibunuh jika berteriak,” katanya. (sid)

Komentar Anda