Beredar NPK Palsu, Petani Diminta Teliti Beli Pupuk

Husnul Fauzi (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Beredarnya pupuk yang diduga palsu, menyerupai merk NPK Ponska produksi dari PT Petrokimia Gersik di sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat perhatian produsen resmi Petrokimia di NTB.

“Distributor dan pengecer resmi pupuk produksi Petrokimi Gersik dilarang keras menjual pupuk yang merk dan kantong isinya mirip, atau menyerupai produksi dari Petrokimia Gersik,” kata Kepala Pemasaran PT Pupuk Petrokimia Gresik Cabang Mataram, Isnan, Rabu (4/1).

Dikatakan Isnan, pihaknya bisa menuding pupuk yang menyerupai pupuk produksi Petrokimi Gresik untuk jenis PONSKA itu palsu. Pasalnya, dari temuan yang didapatkan, bahwa pupuk yang memiliki kemiripan hanya beda sedikit huruf yakni NPK Mitra POSKA, karena dalam kemasan kantongnya terdapat nomor izin dari Kementerian Pertanian.

Selain itu, Isnan meminta kepada petani untuk lebih jeli memperhatikan pupuk NPK Ponska yang bersubsidi didistribusikan oleh pabrik PT Petrokimia Gersik, yang jelas terdapat Ponska berlogo standar Pupuk Indonesia, dengan tertera kandungan N (Nitrogen) 15 persen, P205 (Fosfat) 15 persen, K20 (Kalium) 15 persen warna kantong dasar putih dengan variasi warna biru dan tertulis Pupuk Bersubsidi Pemerintah Barang Dalam Pengawasan.

Bahkan lanjut Isnan, distributor dan pengecer resmi dilarang menjual pupuk yang merk, kantong dan isinya mirip, atau menyerupai produksi dari Petrokimia Gresik. Adanya temuan dugaan peredaraan pupuk NPK Ponska palsu di petani yang sudah ditemukan di Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Dompu, perlu kejelian dan kehati-hatian petani untuk bisa membedakan pupuk alsi dan palsu. Sehingga tidak dirugikan oleh oknum yang menjual secara bebas pupuk yang diduga palsu tersebut.

[postingan number=3 tag=”pupuk”]

Menurut isnan, merk Pupuk NPK Ponska sudah dikenal petani secara luas. Karena sudah terkenal, maka ada pihak lain yang memanfaatkan, dengan kesan membonceng dan memirip-miripkan merk, logo dan kemasannya sedemikian rupa. “Kami ingatka kepada petani yang sudah menyusun RDKK untuk mendapatkan atau menebus pupuk NPK PHONSKA bersubsidi di Kios resmi dimana petani tersebut menyerahkan RDKK,” sarannya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Husnul Fauzi mengatakan, bahwa saat ini Penyidik Pegawai Negeri Sipil )PPNS) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB telah menemukan 60,4 ton pupuk merek NPK Mitra Phonska yang diduga palsu beredar di Desa Serkapi, Kabupaten Dompu, NTB. Selain di Dompu, Dinas Pertanian dan aparat TNI di Kabupaten Lombok Tengah juga menemukan pupuk yang diduga palsu menyerupai produksi pupuk Petrokima Gresik.

Pupuk tersebut diproduksi oleh salah satu perusahaan di Jawa Timur dengan menggunakan izin edar palsu bernomor : PERMENTAN 01.01.2014.151 dengan kandungan yang tertera pada karung N 17 persen, P17 persen, K17 persen dan sulpur 16 persen.  Selain itu, desain karungnya dibuat persis seperti pupuk NPK Phonska produksi Petrokimia Gersik, dengan lambang yang juga sama.Dari 60,4 ton pupuk NPK Mitra Phoska yang ditemukan, sebanyak 10 ton sudah digunakan oleh para petani jagung di Dompu.

Husnul mengatakan, PPNS dan pihak Dinas Pertanian Dompu serta penyidik dari Polda NTB telah berkoordinasi dan sepakat menguji sampel pupuk diduga palsu tersebut sebanyak satu zak di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB. "Sampai saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium di BPTP, terkait kandungan yang terdapat dalam pupuk merek NPK Mitra Phoska tersebut," pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut