Begal Wisatawan Asing Asal Lombok Tengah Diringkus

Begal Wisatawan Asing
DITANGKAP: Inilah Dedi Anwar, begal wisatawan asing yang berhasil ditangkap polisi. (IST/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Tim Opsnal Polres Lombok Tengah kembali berhasil meringkus begal dengan korbannya wisatawan asing. Pelaku yakni Dedi Anwar Alias Gerumbeng, 22 tahun, warga Dusun Lenser Desa Kuta Kecamatan Pujut.

Dedi ditangkap pada Rabu (31/1) sekitar pukul 03.45 Wita, berdasarkan laporan polisi LP/57/VIII/2017/NTB/Res Loteng/Sek Kuta pada 13 Agustus 2017. Dedi telah melakukan pencurian dengan kekerasan di jalan raya Dusun Rangkep I Desa Kuta dengan korban Natascha Djordjevic, 24 tahun, warga negara Belanda yang tinggal sementara di Dusun Rangkep I Desa Kuta.

Pelaku melancarkan aksinya pada Minggu (12/8 2017) sekitar pukul 19.00 Wita. Di mana saat kejadian, korban keluar dari homestay dengan tujuan untuk mencari makan malam. Namun, setibanya di jalan raya Rangkep 1, korban disalip dan dipepet dari arah belakang kanan oleh dua orang pelaku. Setelah itu, satu orang plaku yang brada di belakang merampas tas korban. “Pelaku menggunakan Satria FU dan saat itu dibonceng dan pelaku memepet sepeda motor korban kemudian merampas tas korban yang berisikan Iphone 5 warna hitam, uang tunai Rp 350.000, dan kartu kredit serta kartu identitas korban,” ungkap Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang, Rabu kemarin (31/1).

BACA JUGA :  Pria Ini Tega Jual Pacarnya ke Teman Untuk Biaya Nikah

Pelaku kemudian berhasil ditangkap setelah diperoleh informasi bahwa pelaku yang sebelumnya sempat kabur ke Sumbawa. Setelah petugas memastikan keberadaan pelaku,  kemudian Kanitreskrim beserta Kanit Intel Polsek Kuta di-back up Tim Opsnal Res Lombok Tengah melakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan pelaku. “Adanya laporan polisi itu langsung kita tindak lanjuti, namun ternyata pelaku sempat kabur keluar daerah dan berhasil kita amankan setelah pulang kampung. Pelaku juga masih kita lakukan pengembangan untuk membongkar sindikatnya. Karena bisa saja pelaku ini adalah jaringan yang kerap melancarkan aksinya dengan mencari sasaran para wisatawan asing,” jelasnya.

Rafles mengaku, pihaknya bahkan memberikan atensi untuk mengungkap pelaku curas yang menyasar WNA. Para pelaku ini sudah mencoreng dunia pariwisata Lombok Tengah yang kian melejit. “Bahkan kalau korbanya WNA nama Indonesia yang akan rusak. Karena pasti para korbanya ini setelah pulang ke negara asalnya akan bercerita dan membuat wisatawan asing malah takut untuk datang berlibur,” jelasnya.

Modus para pelaku yang menyasar wisatawan ini juga sebenarnya melihat kelengahan para wisatawan asing. Bahkan tidak jarang sampai malam menikmati keindahan alam di pantai yang sangat sepi. Sehingga hal itulah dijadikan peluang para pelaku kejahatan ini. “Wisatawan asing biasanya juga senang di tempat-tempat yang sepi. Makanya kita imbau kepada wisatawan, kalau sudah gelap supaya meninggalkan pantai yang terlihat agak rawan,” imbuhnya. (cr-met)