Bayi Usia Tiga Hari Positif Corona, Dikes Bingung

Tingkat Kedisiplinan Warga Menurun

PASAR : Sekda Lobar bersama Camat Kediri saat melakukan pemantauan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di pasar Kediri belum lama ini. (IST/RADAR LOMBOK)
PASAR : Sekda Lobar bersama Camat Kediri saat melakukan pemantauan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di pasar Kediri belum lama ini. (IST/RADAR LOMBOK)
Advertisement

GIRI MENANG – Seorang bayi berusia tiga hari dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan rilis gugus tugas penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi NTB tanggal 6 Juli lalu. Pasien nomor 1391 ini berinisial M, bayi perempuan usia 3 hari dari Desa Lembah Sari Kecamatan Batulayar.  Riwayat kontak dengan orang yang terjangkit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini bayi tersebut dirawat di ruang isolasi RSUP NTB dengan kondisi baik.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar, Hj. Made Ambaryati, menjelaskan beberapa pekan terakhir ini angka positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat semakin bertambah. Ini menurut Dikes, disebabkan karena tingkat kepatuhan masyakat terhadap protokol kesehatan makin berkurang.”Karena masyarakat tidak taat dan patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19, makanya kasus kita terus bertambah,” kata Ambar kemarin, Rabu (8/7).

Rilis terakhir tim gugus tugas Covid-19 Pemprov NTB, jumlah pasien positif di Lobar sebanyak 306 orang, dengan jumlah pasien sembuh 180 orang dan pasien masih positif sebanyak 105 orang.

Sementara itu kasus bayi usia tiga hari yang positif corona membuat Dikes kebingungan, karena hasil swab ibunya negatif.”Kita tidak tahu juga, ini pengaruh apa, seharusnya ibunya juga positif, nanti diulang lagi tiga atau empat hari lagi,” tegasnya.

Dengan usia yang sangat-sangat muda, diperkirakan bayi tersebut terpapar di dalam kandungan, atau terpapar dari darah ibunya, karena sistem kekebalan tubuh bayi belum ada sehingga menunjukkan ada virus.”Kita ambil kesimpulan, bisa jadi mungkin dari dalam perut,” ungkapnya.

Namun untuk memastikan kasus ini, perlu ada penelitian yang lebih mendalam lagi. Ambar menambahkan, bisa jadi juga ketika bayi dilahirkan, sudah ada gejala sesak nafas sehingga dilakukan swab kepada bayi tersebut.”Kalau anak kecil sesak, penanganan sesuai aturan memang harus swab,” tegasnya.

Selama ini pihak rumah sakit yang menangani pasien usia anak juga tidak melaporkan secara detail hasil rekam medis para pasien positif ini, karena memang itu rahasia pihak rumah sakit. Dari dua rumah sakit yang ada di Lobar tidak melaporkan semua rekam medis pasien.  Dikes terus mendorong agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan, karena diperkirakan pandemi Covid-19 akan masih terjadi pada bulan Juli.”Masih meningkat terus kayaknya bulan Juli ini, mudahan ini puncaknya,” harap Ambar.

Terkait dengan kesadaran masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat, hasil pantauan tim gugus tugas Kecamatan Kediri mendapati warga yang berbelanja di pasar Kediri banyak yang tidak mengindahkan aturan.”Kita sudah turun cek, kedisiplinan masyarakat dan pedagang sudah berjalan,” ungkap Camat Kediri, Hermansyah.

Petugas yang ada di pintu masuk pasar dikatakan selalu mengecek para pedagang maupun pembeli yang menggunakan masker atau tidak, kalau ada yang tidak menggunakan masker diminta untuk kembali pulang tidak masuk ke pasar. “Kita berikan tindakan tegas, berupa sanksi kalau ada yang tidak taat disuruh pulang,” tegasnya.

Beberapa fasilitas umum protokol kesehatan juga sudah disiapkan, seperti tempat mencuci tangan, jarak antara pedagang dan pengeras suara memberikan imbauan kepada masyarakat. Saat ini yang masih menjadi kendala adalah pemberlakuan

penjarakan sosial bagi para pedagang dan pembeli, karena kondisi pasar yang sudah over load karena jumlah pedagang yang terlalu banyak sedangkan lahan pasar Kediri relatif kecil.”Ini jadi kendala kita, tetapi kita sedang carikan solusi agar jarak antara pedagang satu dengan yang lain bisa satu meter lebih,”harapnya.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid