Bawang Merah Sumbang Inflasi NTB April

bawang merah
Salah seorang buruh angkut di Pasar Mandalika, ketika menurunkan bawang merah dari mobil pick up untuk kemudian dijual. (Lukman/Radar Lombok)

MATARAM—Badan Pusat Stastik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat tingkat inflasi NTB sebesar 0,24 persen pada April 2018. Tingkat inflasi dari tahun ke tahun atau year on year (yoy)  mencapai 3,30 persen. Laju inflasi bulan Maret ini lebih rendah, jika dibandingkan dengan yoy tahun 2017 lalu.

“Untuk inflasi April masih di pengaruhi oleh panen raya pada bulan lalu yang sudah terlihat,” kata Kepala BPS Provinsi NTB,Endang Tri Wahyuningsih, Rabu kemarin (2/5).

BPS mencatat inflasi Kota Mataram dan Bima mengalami bulan April ini, dengan rincian inflasi tertinggi terjadi di Kota Bima sebesar 0,57 persen, dengan Indek Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,23. Inflasi terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan, oleh sebagaian besar indeks kelompok pengeluaran.

“saat ini penyumbang terbesar inflasi di NTB yaitu bawang merah, kemudian daging ayam ras. Inflasinya mencapai 0,13 persen,” sebut Endang.

Sementara itu, untuk indeks kelompok pengeluaran lainnya dimana kenaikan inflasi tertinggi di kelompok kesehatan yaitu 0,92 persen, kemudian kelompok sandang sebesar 0,33 persen. Kelompok perumahan, air, gas, dan bahan bakar 0,26 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,12 persen, kelompok pendidikan rekreasi dan olah raga 0,02 persen, kelompok bahan makanan minus 1,62 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan minus 0,06 persen.

Selanjutnya, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di bulan April, yaitu bawang merah, apel , cabai rawit, bawang putih dan batu bata. Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan deflasi antara lain beras, tomat sayur, tongkol, angkutan udara, dan jeruk. (cr-dev)