Bank Mandiri Genjot Penyaluran Kredit UMKM

Bank Mandiri Genjot Penyaluran Kredit UMKM
KREDIT UMKM: Area Head Bank Mandiri Mataram, Edi Gunawan Sasongko (dua dari kiri), bersama Wagub NTB dan Kepala Disdag NTB, dalam sebuah acara, dan menyatakan semester II tahun ini akan membidik penyaluran kredit bagi pelaku UMKM di NTB. (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Kondisi perekonomian yang belum begitu baik di semester I tahun 2017, menjadi perhatian Bank Mandiri Mataram untuk lebih mewaspadai dan menekan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit kepada nasabah. Karena tidak seluruh sektor usaha bagus untuk mendapatkan kucuran dana kredit di semester II tahun 2017 mendatang ini.

Area Head Bank Mandiri Mataram, Edi Gunawan Sasongko mengatakan, di semester I penyaluran kredit memang tumbuh, tapi perlu mendapatkan perhatian terutama di semester II ini.

Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk menjaga kualitas kredit disaat kondisi ekonomi secara nasional yang masih kurang membanggakan. “Perlu diwaspadai tidak seluruh sektor usaha bagus, makanya kita harus ada garis besar yang harus diikuti dari pusat sektor mana yang harus fokus untuk penyaluran kredit,” kata Gunawan, Kamis kemarin (27/7).

Gunawan mengatakan, untuk di semester II tahun 2017 ini Bank Mandiri mulai membidik penyaluran kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurut Edi, pertumbuhan di UMKM sangat menjanjikan, meski kondisi ekonomi lesu, tapi justru di sektor UMKM ini tumbuh positif.

Karena itu, sektor usaha yang akan digenjot penyaluran kredit di Provinsi NTB akan lebih difokuskan di sektor UMKM. Lebih khususnya lagi UMKM yang berkaitan langsung dengan sektor pariwisata, kerajinan dan juga perdagangan dan jasa.

“Kemajuan sektor pariwisata di NTB akan memberi ruang lebih besar mendongkrak UMKM. Karena itu penyaluran kredit bagi pelaku UMKM akan menjadi bidikan kami di Bank Mandiri di semester II tahun 2017 ini,” kata Gunawan.

Menurut Gunawan, dalam mendukung sektor pariwisata di Provinsi NTB, tidak mesti dalam bentuk investasi seperti hotel, penginapan, homestay (rumah singgah), villa, tapi juga dalam bentuk turunannya seperti rumah makan yang mendukung sektor pariwisata, kuliner, oleh oleh khas NTB. Baik itu dalam bentuk pangan olahan dan juga berbagai macam kerajinan sebagai souvenir bagi wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

Terlebih lagi, sektor UMKM yang mendukung pariwisata ini, sambung Gunawan memiliki ketahanan terhadap krisis ekonomi yang selama ini masih menghantui secara nasional. Karena itu, sektor UMKM yang memiliki keterkaitan langsung mendukung pariwisata akan terus digenjot penyaluran kreditnya.

“UMKM yang mendukung sektor pariwisata itu kita akan genjot. Karena terbukti tahan banting itu paling bagus. Kalau hotel kelas tinggi itu mengkhawatirkan apalagi kalau masih pemula. Kecuali kalau operator jaringan dunia,” jelasnya.

Sementara itu, untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di semester I tahun 2017 terjadi kenaikan dimana tumbuh sebesar 31, 5 persen disbanding kondisi semester I tahun 2016. Begitu juga dengan penyaluran kredit juga tumbuh sebesar 27 persen, sementara itu market share di semester I meningkat untuk dana sebesar 12,9 persen, kredit 10,47 persen.

Gunawan menambahkan, untuk DPK, di Provinsi NTB masih didominasi oleh dana mahal, yakni deposito. Hanya saja jika dibandingkan dengan tahun 2016, terjadi pergegesaran, Bank Mandiri Area Mataram untuk DPK mulai meningkat yang berasal dari tabungan yakni tumbuh 65 persen, deposito 23 persen dan giro 12 persen. “Pergeseran meningkatnya sumber DPK dari tabungan menunjukan masyarakat luas di NTB sudah banyak yang menabung,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid