Bakar Sampah, Puluhan Lapak PKL Terbakar

KEBAKARAN
TERBAKAR: Petugas pemadam kebakaraan saat berusaha memadamkan api yang membakar lapak para pedagang di depan SMPN 1 Praya, Kamis (9/5). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Puluhan kios atau lapak pedagang di depan SMPN 1 Praya hangus terbakar sekitar pukul 13.45 Wita, Kamis (9/5). Belum diketahui secara pasti asal muasal kebakaran yang terajdi pada siang bolong kemarin.

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Lombok di lapangan, sumber api berawal dari lapak Mahinun, 40 tahun, pedagang kebab asal Dusun Bajur Desa Monggas Kecamatan Kopang. “Api pertama kali muncul dari kios yang jual kebab itu. Padahal tidak ada aktivitas untuk berjualan,” ungkap Husni, salah seoang warga yang ditemui di lokasi kejadian, Kamis (9/5).

Salah satu saksi mata Muhammad Purnama Zuhri, 15 tahun, warga Lingkungan Tengari Kelurahan Praya menuturkan, sebelum terjadinya kebakaran ia berada di tribun lapangan bundar Praya. Jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran. “Saya melihat ada sekumpulan anak-anak muda yang berjumlah kurang lebih empat orang. Salah satunya menggunakan pakaian sekolah sedang melakukam aktivitas membakar sampah di belakang lapak dagang,” tuturnya.

Zuhri mengaku tidak tahu persis apa yang dilakukan empat orang pemuda itu. Sekitar 15 menit kemudian ia mendengar informasi tentang adanya kebakaran di kios lapak depan SMPN 1 Praya. “Saya tidak mengetahui secara pasti penyebab dari kebakaran ini,” tambahnya.

Pantauan koran ini, api dengan cepat merembet puluhan lapak di tempat itu. Beruntung, pukul 13.50 Wita, dua unit mobil pemadam kebakaran BPBD Lombok Tengah datang memadamkan api. Mobil pemadam itu juga dibantu warga sekitar, sehingga api berhasil dipadamkan pukul 14.50 Wita. “Kemungkinan ada anak-anak yang merokok atau bakar sampah di belakang dan merembet ke lapak kami,” cetus pedagang lainnya.

Ia merincikan, ada sepuluh lapak yang kebakaran. Adapun nama-nama korban pemilik lapak yang kebakaran antara lain, Siti yang merupakan pedagang nasi, Mastam pedagang gorengan, Sri pedagang es, Adi pedagang nasi, Inaq Ishah pedagang nasi, Solatiah pedagang nasi, Salwa pedagang nasi, Inaq Muridun pedagang nasi, Yuli dan Nuraini. “Tidak ada aktivitas perdagangan di tempat kami karena kami mulai berjualan pada sore hari, tapi kita tidak tahu kok tiba-tiba bisa terbakar,” ungkap pedagang lainnya Nuraini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Lombok Tengah, H Muhammad mengatakan,, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Cuma kerugian materil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 25 juta. “Informasinya peyebab terjadinya kebakaran masih diduga akibat dari sekumpulan anak-anak muda yang membakar sampah di belakang lapak. Sehingga api merembet ke lapak yang lain dan untuk diketahui lapak menggunakan bahan bangunan dari triplek yang mudah terbakar,’’ terangnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid