Aset Daerah Diduga Dicaplok Warga

MATARAM – Tanah aset Pemkot Mataram diduga dicaplok oknum warga. Tanah dimaksud berlokasi di Lingkungan Nyangget Kelurahan Selagalas. Tanah diduga menjadi lokasi pembangunan yang dilakukan warga, Sah.

Hingga sekarang rumah yang berdiri di atas tanah Pemkot ini belum ditempati pemiliknya. Namun plang aset sudah terpasang.

Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan keuangan dan Aset Daeah (BPKAD) Kota Mataram I Nengah Wiarnata mengatakan, sejak pelebaran jalan Lingkungan Thopati sepajang satu kilometer, ada beberapa tanah aset Pemkot yang masuk data. “ Kita akan cek. Yang jelas ada tanah Pemkot disana. Kita akan turun ke lapangan mengecek lokasi sesuai dengan gambar yang ada,” ungkapnya kepada Radar Lombok, Rabu (26/10).

Dari data yang ada memang aset Kota Mataram masih belum rapi. Banyak aset tanah yang masih tercecer. Nengah mengaku selama ini terus dilakukan pendataan aset. “Semua aset yang  sudah terdata pasti ada plang asetnya,” jelasnya.

Ia akan berkoordinasi dengan Bagian Umum terkait aset yang diduga dibangun menjadi rumah permanen tersebut. Saat pembebasan lahan, Bagian Umum Setda Kota Mataram memiliki desainnya dan batas tanah warga yang telah dibebaskan.” Kita akan turun dalam waktu dekat ini. Aset masih banyak yang harus kita benahi,” ungkapnya.

Selain di Selagalas, juga ada di Jalan Adi Sucipto Rembige. Daerah perbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat banyak aset bermasalah dan sempat diklaim oleh warga.

Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram HM. Zaini meminta Pemkot segera menuntaskan persoalan aset. Selama ini banyak aset tanah diklaim. “ Kita minta aset yang masih amburadul dituntaskan. Jangan sampai aset terus diklaim oleh oknum tertentu,” katanya.

Politisi Demokrat ini meminta daerah memiliki data ril jumlah aset sehingga aset tidak sembarang diklaim oleh warga. Apalagi menyangkut tanah saat ini, masih banyak ditemukan tidak memiliki status yang jelas.(dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid