Angkot Mataram Dijatah Subsidi Rp 500 Juta

Terkait Rencana Pengoperasian BRT

H Khalid
H Khalid (Ali/Radar Lombok)

MATARAM—Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram menyiapkan subsidi sebesar Rp 500 juta untuk angkutan kota  (angkot) di Kota Mataram. Subsidi ini buntut rencana Dishub NTB yang akan mengoperasikan kembali Bus Rapid Transit (BRT) per 2 April mendatang.  

‘’Kita menyiapkan Rp 500 juta lebih per bulan. Itu penyalurannya lewat koperasi yang berbadan hukum dan bergerak dibidang jasa transportasi,’’ ujar Kepala Dishub Kota Mataram, H Khalid, Senin kemarin (19/3).   

Angkot penerima subsidi tersebut saat ini sedang diseleksi oleh Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kota Mataram. Segala perlengkapan yang dimiliki juga sedang dipilah. Termasuk juga kelayakan mobil angkot penerima subsidi tak luput dari seleksi. ‘’Ini subsidinya untuk satu tahun. Nanti dipilih ankot yang memenuhi syarat untuk penerima subsidi,’’ imbuhnya.

Penerima subsidi ini nantinya dikhususkan untuk angkot yang mengangkut pelajar. Besaran subsidi yang diterima masing-masing angkot belum bisa ditentukan. Yang jelas menurutnya dibagi tiga perusahaan. Nantinya perusahaan ini yang disiapkan oleh Organda.  

Ia pun meminta kepada Organda secepatnya menyerahkan daftar angkutan yang layak mendapatkan subsidi. Rincian berapa besaran subsidi secara teknis ditentukan oleh jalur yang akan angkot lewati.

Saat ini di Kota Mataram ada sekitar 170 lebih angkot. Dari jumlah itu tercatat sebanyak 35 unit akan menjadi angkot pengumpan (feeder) dari pemukiman bagi siswa sekolah ke halte BRT. Jumlah inilah nantinya yang akan mendapat subsidi dari Dishub Kota Mataram.  

Setelah subsidi itu digulirkan dan diserahkan, nantinya pelajar yang diangkut oleh pengumpan tidak perlu lagi membayar angkot saat berangkat ataupun pulang sekolah.

‘’Iya tidak perlu membayar lagi. Kita gratiskan,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Organda NTB Anton Zaremba mengatakan, subsidi angkot akan dibicarakan lebih lanjut dengan Dihub Kota Mataram. Kepastian soal subsidi akan dicek langsung ke pihak terkait.

‘’Kalau BRT itu ranah Dishub NTB asal subsidinya. Sementara angkot disubsidi Dishub Kota Mataram,” sebutnya.

Ia memastikan pemberian subsidi bukan hanya wacana, melainkan sudah dianggarkan. Namun pemberian subsidi belum diketahui kepastian pembagiannya. 

Mengenai pengoperasian kembali BRT, ia mengatakan, hal itu seperti dilema untuk disikapi. Dikarenakan, di satu sisi BRT adalah anggota Organda bersama dengan Damri dan angkot.

“Di sisi lain, kita ingin mencari jalan keluar yang terbaik. Karena kita pikir BRT ini pernah dioperasionalkan  untuk didalam kota. Ternyata kan hilang karena anggaran subsidinya waktu itu. Sekarang ini sudah diupayakan sehingga BRT mendapat suntikan subsidi,’’ terangnya.

Tak lupa ia memberikan catatan dengan dioperasikannya BRT tersebut. Catatan itu khususnya mengenai jalur yang dilalui atau diklaim oleh angkot. Namun pihaknya sudah memberikan pengertian kepada angkot dan disebutnya sudah bisa diterima. ‘’Toh juga kan jalur utama itu boleh dikatakan satu atau dua pelajar yang naik angkot. Tidak seperti dulu seperti yang diharapkan. Sehingga kita usulkan BRT dan angkot dapat subsidi,’’ pungkasnya. (gal)