Anggaran Fantastis, Obat Tetap Krisis

H Ahmad Supli (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Pesediaan stok obat di RSUD Praya, masih menjadi momok menakutkan bagi pasien.

Padahal, anggaran yang dikucurkan untuk pengadaan obat di rumah sakit itu cukup fantastis. Tahun 2016 ini misalnya, tak kurang senilai Rp 4,71 miliar dikucurkan untuk pengadaan obat saja.

Anggaran ini bersumber dari APBD 2016 sebesar Rp 1,7 miliar, APBD Perubahan 2016 Rp 2,1 miliar, dan dana koreksi pengadaan ambulans Rp 580 juta. Sehingga total keseluruhan anggaran untuk pengadaan obat ini sebesar Rp 4,71 miliar. ‘’Dari besarnya anggaran ini kami sebenarnya berharap tidak ada lagi pasien yang mengeluhkan masalah obat di rumah sakit,’’ ungkap anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, H Ahmad Supli, kemarin (5/9).

Supli mengulas, angaran senilai Rp 4,71 miliar ini murni untuk pengadaan obat di RSUD Praya. Tak terhitung pengadaan obat di Dinas Kesehatan, mengingat instansinya berbeda. Semua ini dihajatkan untuk menjawab kebutuhan obat yang sering dikeluhkan di rumah sakit itu.

Jika kemudian masih saja ada keluhan, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap anggaran tersebut. ‘’Kami harap dengan anggaran ini semua kebutuhan obat di rumah sakit sudah tersedia,’’ ingatnya lagi.

Masalah seringnya tidak tersedia obat di apotek rumah sakit, Supli meminta agar dokter bersangkutan dan pihak apotek tetap berkomunikasi. Sehingga dokter bisa menyesuaikan resep obat yang diberian dengan ketersediaan obat di apotek rumah sakit. “Setiap penyakit itu pasti ada obatnya dan bukan hanya satu saj. Jadi dalam hal ini saya harapkan komunikasi antara dokter dengan petugas apoteker tetap terbina,” harapnya.

Dirut RSUD Praya, dr Muzakir Langkir sebelumnya mengingatkan kepada semua dokter di rumah sakit itu agar memberikan resep sesuai ketersediaan obat di apoteker. Sehingga pasien yang datang berobat bisa membelinya langsung di apoteker setempat. (cr-ap)