Alat Pantau Longsor di Guntur Macan Rusak

LONGSOR: Bencana longsor yang kembali terjadi di Desa Guntur Macan tahun 2021 lalu.

GIRI MENANG – Alat pantau longsor di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari dibiarkan rusak dan tidak berfungsi lagi. Alat ini dipasang tahun 2016 dan rusak karena tidak ada pemeliharaan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kabid Mitigasi Bencana BPBD Lombok Barat H. Tohri menjelaskan, pasca bencana longsor di Desa Guntur Macan yang memakan korban nyawa pada tahun 2016, alat ini dipasang dan merupakan kerjasama Pemda dengan UGM. Tetapi karena tidak ada biaya pemeliharaan, alat tersebut sudah rusak. “Alat itu sudah rusak karena tidak ada anggaran pemeliharaan,” katanya saat ditemui kemarin (6/2).

Dulu setelah alat dipasang, sudah ada kesepakatan bahwa pemeliharaan alat dilakukan oleh BPBD Lombok Barat. Namun sampai sekarang alat mitigasi tersebut sangat memprihatinkan karena tidak pernah ditangani.” Dulu pernah akan dipelihara, cuma untuk pemeliharan itu harus memanggil pihak UGM yang memasang alat itu, tetapi tidak jadi dilakukan karena tidak ada anggaran, “ tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Lobar Berutang Rp 23 Miliar di Kontraktor

Saat ini, kata Tohri, alat mitigasi tersebut rusak dan tidak bisa dioperasikan lagi. Pernah juga pemeliharaan diserahkan kepada masyarakat yang ada di Desa Guntur Macan. Tetapi malah itu membuat masyarakat salah paham terus, karena ketika alat atau mesin tersebut disentuh oleh binatang, otomatis alarm atau penanda bahaya berbunyi dan membuat warga panik.” Kalau kita minta masyarakat menjaga atau mengawasi, mereka tidak akan mau juga kalau tidak ada honor,” ungkapnya.

Untuk di Lombok Barat, kata Tohri, alat mitigasi bencana yang terpasang hanya satu yaitu mitigasi bencana longsor di Guntur Macan. Sedangkan untuk mitigasi bencana tsunami sudah ada terpasang di wilayah Ampenan. “ Di kita hanya mitigasi longsor saja. Kalau tsunami di Ampenan,” ungkanya.

Baca Juga :  Ribuan Rumah Tidak Layak Huni belum Disentuh

Di Lombok Barat, potensi bencana alam hampir merata di semua kecamatan. Namun untuk bencana longsor, wilayah yang rawan yakni Gunung Sari, Batulayar, Sekotong, Lembar, Narmada dan Lingsar.

Untuk peringatan, untuk saat ini BPBD Lombok Barat lebih banyak memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat bagaimana melakukan upaya penyelamatan  diri ketika ada bencana. “ Minimal ketika ada bencana, masyarakat sudah tau cara menyelematkan diri dan keluarga,” jelasnya.

Kalau dalam bentuk program fisik untuk program mitigasi bencana belum bisa dilakukan oleh pemerintah daerah. Karena kalau untuk fisik membutuhkan anggaran yang besar. Jadi untuk sementara program banyak dalam bentuk peningkatan kapasitas pemahaman dan pengenalan pendidikan aman bencana. Rencananya akan diterapkan di sekolah. (ami)

Komentar Anda