Air Dam Pandanduri akan Dialirkan ke Sakti

SELONG—Sakra Timur (Sakti) menjadi salah satu wilayah di bagian selatan  yang selalu dihadapkan dengan persoalan kriris air untuk lahan pertanian. Pemerintah setempat kini terus mencari solusi mengatasi persoalan tersebut.

Keberadaan Dam Pandanduri dianggap menjadi salah satu solusi untuk mengatasi  kebutuhan air lahan pertanian di wilayah ini. Dan kini Dinas Pekerjaa Umum (PU) mulai melakukan kajian, sebagai salah satu alternatif, air Dam Pandanduri bisa dialirkan ke lahan pertanian di wilayah Sakti.

Kabid Pengairan Dinas PU Lotim, Nurul Saadah mengatakan, saat ini pihaknya terus mencari alternatif untuk menyelesaikan persoalan keterbatasan air lahan pertanian di wilayah Sakti. Salah satu wacana yakni memanfaatkan keberadaan Dam Pandanduri, agar airnya bisa dialirkan untuk memenuhi kebutuhan air petani di wilayah itu.

“Kita sedang melakukan tahapan perencanaan, untuk mencari alternatif supaya air dam itu bisa dialirkakan. Tapi semua harus ada mekanisme yang jelas,” ungkap Nurul, Jumat kemarin (16/9).

Keberadaan Dam Pandanduri lanjutnya, juga dihajatkan untuk memenuhi kebutuhan air petani di wilayah Sakti. Namun itu belum bisa dilakukan, karena belum ada akses air dam tersebut untuk dialirkan ke wilayah Sakti. Jika itu bisa dilakukan, maka sekitar 4 ribu hektar lebih lahan pertanian di wilayah Sakti akan bisa teraliri. “Selama ini Sakti hanya mendapatkan air dari Marongkek, Terara dan Tete Batu,” lanjutnya.

Keterbatasan  air untuk lahan pertanian di wilayah Sakti, menjadi salah satu persoalan yang ingin segera diselesaikan. Inilah yang sedang diupayakan agar wilayah Sakti bisa lebih mandiri aliran sumber mata airnya untuk lahan pertanian. “Inilah yang sedang kita upayakan sekarang,” jelasnya.

Saat ini pihaknya telah melakukan survei untuk menentukan titik mana yang tepat dan terdekat untuk dialirkan air dam tersebut ke wilayah Sakti. “Untuk sementara kami belum bisa menentukan tempat, karena masih melakukan survei,” terangnya.

Jika wacana ini terealisasi, tentu akan memberikan dampak yang sangat berarti bagi para petani Sakti. Namun ia sendiri belum bisa memastikan sejauh mana dampaknya setelah air dam tersebut dilairkan ke wilayah Sakra. “Apakah semua terpenuhi kebutuhan air di wilayah Sakra, tergantung ketersediaan air di dam tersebut,” jelas Nurul.

Menurutnya, program ini sepenuhnya ditangani kementerian pusat. Termasuk anggaran untuk pengerjaannya. “Itu kewenangan pusat, bukan kabupaten,” kelitnya. (lie)