Ahyar Siap Duel Lawan Suhaili

MATARAM–Menjelang pilkada NTB 2018, dinamika di tubuh Partai Golkar kembali bakal memanas. Dua kader terbaik Partai Golkar diperkirakan bakal bersaing untuk merebut tiket untuk diusung sebagai bakal calon gubernur.

Kedua kader Golkar yang akan berebut tiket yakni, Walikota Mataram, Ahyar Abduh, dan Bupati Lombok Tengah, Suhaili FT. Dua kader terbaik partai berlambang pohon beringin tersebut dipastikan sudah masuk daftar nominasi bakal calon gubernur di pilkada NTB 2018.

Ahyar Abduh, mengakui, dirinya siap bertarung dengan ketua DPD Partai Golkar NTB, Suhaili FT untuk berebut tiket sebagai bakal calon gubernur di pilkada NTB 2018. "Tentu saya siap bertarung," kata mantan ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram itu kepada awak media, di kediaman resmi Walikota Mataram, Senin kemarin (29/8).

Dikatakan Ahyar, saat ini masyarakat sedang berharap terhadap munculnya para calon pemimpin NTB kedepan. Dia menilai, sangat wajar dalam dunia politik ada persaingan atau kompetisi. Tak terkecuali di internal di Partai Golkar dalam merebut tiket untuk diusung dalam pilkada NTB 2018.

"Saya sejak muda berpolitik. Sehingga saya sudah terbiasa dengan hal demikian," ujarnya.

Dikatakan, ada tahapan dan mekanisme di Partai Golkar terkait dengan pencalonan kepala daerah yang diusung. Praktis, semua kader terbaik Partai Golkar memiliki peluang dan kesempatan sama diusung dalam pilkada NTB kedepan.

Kendati begitu, Ahyar mengakui, belum mengetahui apakah proses penjaringan bakal calon gubernur di pilkada NTB 2018 sudah mulai dilangsungkan atau belum. Meskipun, dirinya disebut-sebut masuk daftar nominasi daftar bakal calon gubernur NTB.

Jika memang, kata Ahyar, dirinya sudah masuk nominasi bakal calon gubernur, Ahyar berharap, Partai Golkar harus membuka ruang dan kesempatan kepada semua kader untuk bersaing secara sehat. Misalnya, salah satu pertimbangan dalam menentukan bakal calon gubernur didasarkan pada hasil survei. Dengan survei tersebut diketahui tingkat elaktabilitas dan potensi kemenangan bakal calon yang diusung tersebut.

Ahyar menegaskan, sebagai kader Partai Golkar dirinya akan memprioritaskan untuk bisa meraih tiket melalui Partai Golkar, sebagai kendaraan diusung dalam pilkada NTB 2018 kedepan.

Tak ditampik, dirinya siap menggunakan partai politik lain untuk maju dalam pilkada NTB. Langkah ini dilakukan jika memang nanti tidak memperoleh dukungan dari partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sementara itu, pengamat politik NTB, Dr Kadri menilai, Suhaili FT lebih berpeluang diusung Partai Golkar dalam pilkada NTB 2018. Dengan posisi Suhaili FTsebagai ketua dan bupati Loteng dipastikan lebih kuat untuk diusung. Apalagi mengingat, Suhaili FT sebagai salah satu gerbong pendukung Setya Novanto dalam Munaslub Partai Golkar dilangsungkan di Nusa Dua, Bali, dalam beberapa waktu lalu.

Dengan kondisi itu, membuat posisi tawar Suhaili FT di DPP Partai Golkar lebih kuat dari Ahyar Abduh maupun kader lainnya. Terpilihnya Suhaili FT pun sebagai ketua Golkar NTB atas dukungan dari DPP. (yan)