Golkar Diminta Selektif Usung Calon di Lobar

Muammar Arafat
Muammar Arafat (Dok/Radar Lombok)

MATARAM—Pilkada Lombok Barat (Lobar) dan pilkada NTB akan dilangsungkan secara serentak. Partai Golkar pun diingatkan untuk lebih selektif dalam menentukan figur yang akan didukung dan diusung.

Pasalnya, figur yang akan didukung dan diusung Partai Golkar di pilkada Lobar akan berkorelasi dan berpengaruh terhadap kemenangan Suhaili FT sebagai calon gubernur di pilkada NTB. “Tentu akan ada korelasi pilkada Lobar dengan kemenangan Suhaili FT sebagai calon gubernur yang diusung Golkar,” kata bakal calon bupati Lobar, Muammar Arafat kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (26/4).

Menurutnya, Kabupaten Lobar akan menjadi daerah penentu kemenangan calon gubernur yang berlaga dalam di pilkada NTB. Apalagi dalam kontestasi di pilkada NTB tidak ada bakal calon gubernur yang berasal dari Lobar. Karena itu, ia memperkirakan massa mengambang atau floating mass belum menentukan dan memutuskan arah dukungan di pilkada NTB relatif sangat besar. “Partai Golkar harus memperhatikan hal ini dengan serius,” tambah anggota DPRD Provinsi NTB dapil Lobar-KLU tersebut.

Ia berpandangan, Lobar sangat berpotensi menjadi lumbung suara bagi Suhaili FT dan calon gubernur lainnya. Karena itu, Partai Golkar harus mendukung dan mengusung kader Partai Golkar yang potensial untuk menang di pilkada Lobar. Selain itu,, berkontribusi bagi peningkatan tingkat elektabilitas atau daya keterpilihan calon gubernur Partai Golkar. “Harus betul-betul dicermati korelasi pilkada NTB dan pilkada kabupaten kota. Andai Golkar mau menang di pilkada  NTB, Golkar harus usung kader potensial dan  terbaik yang dimilikinya. Jangan sampai salah mengusung calon di pilkada Lobar,” imbuhnya.

Muammar Arafat sendiri sudah jauh-jauh hari menyatakan kesiapan maju di pilkada Lobar. Ia pun memastikan siap mengikuti semua mekanisme penjaringan calon bupati dan wakilnya di Partai Golkar. Partai Golkar pun direncanakan akan membuka bursa penjaringan calon bupati/wakil di pilkada Lobar pada Juli mendatang.”Prinsipnya, saya ikuti penjaringan calon Partai Golkar di pilkada Lobar,” sebutnya.

Keputusan dan tekad dirinya maju di pilkada Lobar disebutnya tidak terlepas dari terus adanya aspirasi, dukungan dan desakan. Karena itu, ia kian mantap menjajal perebutan kursi Lobar 1 dan Lobar 2. Disinggung apakah dirinya maju menjadi nomor satu atau nomor dua, ia mengatakan, hal tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Partai Golkar dalam komunkkasi politik dengan parpol calon mitra koalisi. “Politik itu harus bisa fleksibel,” ucapnya.

Kendati begitu, ia tak menampik bakal berkontestasi dengan kader Golkar lain untuk menggunakan Partai Golkar sebagai kendaraan. Di antara para pesaingnya yang akan menggunakan kendaraan ini adalah Nauvar Furqoni Farinduan dan Hj. Sumiatun. Namun, ia memastikan akan menerima secara legowo siapapun nanti calon yang didukung dan diusung Partai Golkar di Pilkada Lobar. “Tetapi tetap kita berharap Golkar usung kader sendiri,” pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid