Ahyar-Mori Siapkan Strategi Perangi Narkoba

Ahyar-Mori Siapkan Strategi Perangi Narkoba
Paslon Ahyar-Mori saat menghadiri acara PPP sebagai salah salu partai pengusungnya. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Penyalahgunaan Narkoba di Provinsi NTB sudah sangat mengkhawatirkan. Namun, hal itu masih belum menjadi perhatian serius semua calon kepala daerah. Padahal, sudah seharusnya perang terhadap narkoba digaungkan. 

Salah satu pasangan calon (paslon) yang memiliki perhatian terhadap bahaya narkoba yaitu TGH Ahyar Abduh – H Mori Hanafi (Ahyar-Mori). Paslon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2 itu, bahkan telah mempersiapkan strategi untuk melawan peredaran narkoba di NTB. “Bahaya narkoba mengancam generasi muda, dan kita pastikan dalam janji kerja Ahyar-Mori dengan melihat kenyataan yang ada, bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba cenderung meningkat. Ini harus dilawan dan dijadikan perhatian serius,” ujar juru bicara Paslon Ahyar-Mori, Suaeb Quri kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (21/3).

Komitmen Ahyar-Mori untuk memberantas Narkoba, bukan sekedar teori dan janji politik semata. Terbukti, Cagub NTB TGH Ahyar Abduh selama dua periode menjadi walikota telah memberikan perhatian serius terhadap penyalahgunaan narkoba di Kota Mataram. 

Begitu juga dengan Cawagub NTB, H Mori Hanafi yang telah dua periode juga menjadi wakil rakyat. Selama ini, Mori sangat dikenal dekat dengan kegiatan anak-anak muda yang bisa membawa pengaruh positif dan terhindar dari penyalahgunaan barang terlarang tersebut. “Posisi Provinsi NTB sebagai daerah tujuan wisata dan mobilitas tenaga kerja ke luar negeri, telah memungkinkan pesatnya perkembangan peredaran NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif),” kata Suaeb. 

Lebih lanjut disampaikan, saat ini tercatat sebanyak 59.350 warga NTB yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. Dari jumlah tersebut, sudah ribuan orang terindikasi menjadi pecandu narkoba. “BNN juga mencatat, sebanyak 19 ribu warga NTB telah terindikasi menjadi pemakai narkoba. Makanya Ahyar-Mori sudah siapkan strategi kedepan,” ujarnya. 

Strategi untuk melawan peredaran narkoba, langkah pertama dengan cara penguatan iman dan taqwa (Imtaq) generasi muda. Bentuk konkritnya dengan membuat peraturan daerah (perda) khusus darurat narkoba. “Jadi nanti itu menganjurkan sekolah dan organisasi kepemudaan sebagai relawan Imtaq kampenye anti narkoba dan bahaya narkoba,” terangnya. 

Langkah berikutnya adalah membangun sekolah percontohan yang bersih dari narkoba di masing-masing kabupaten. Hal itu akan efektif untuk memberikan contoh konkrit kepada seluruh sekolah yang ada tentang pola dan sistem memerangi narkoba. Kemudian langkah terakhir, yaitu mengoptimalkan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). “Kerja sama itu bukan saja pada tingkat penencegahan, melainkan pada upaya penyadaran yang dilakukan secara konsiten. Jadi, pencegahan bisa maksimal dan mengatasinya juga bisa maksimal. Kita juga setuju kalau pengedar narkoba itu ditembak saja, biar kapok dan ada efek jera,” tutup Suaeb. (zwr)