Ahyar-Mori Paket Komplit Untuk NTB

Ahyar-Mori Paket Komplit Untuk NTB
PAKET KOMPLIT : Calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2 TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi disambut hangat warga saat kampanye di Bima.(IST)

BIMA – Masa kampanye yang ditentukan sejak tanggal 15 Februari hingga 23 Juni 2018, digunakan dengan baik oleh pasangan calon  nomor urut 2 TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi.   Dukungan terus mengalir baik di pulau Lombok maupun pulau Sumbawa. Kedatangan Ahyar-Mori di Kecamatan Sape dan Lambu di Bima disambut  antusias  masyarakat. Mereka menantikan kedatangan pasangan calon gubernur Ahyar-Mori.

Diawali dengan blusukan ke pasar Sape sampai pelabuhan dan blusukan ke beberapa desa. Lalu dilanjutkan  dengan pertemuan dialogis terbuka di Gedung Serbaguna Desa Naru Kecamatan Sape, yang dihadiri hingga ribuan simpatisan Ahyar-Mori.

Dalam sambutannya, Muhamad Aminullah selaku ketua tim pemenangan partai koalisi mengatakan, NTB saat ini membutuhkan sosok pemimpin seperti Ahyar-Mori. Genderang kesejahteraan dengan mengusung NTB Untuk Semua, merupakan konsep pembangunan yang paling ideal. “Harapan besar, kami berikan kepada pasangan Ahyar-Mori,” ujarnya Selasa lalu (13/3).

Cagub NTB, TGH Ahyar Abduh menegaskan, Ahyar-Mori datang untuk membawa perubahan. Tujuan utamanya hanya satu, kesejahteraan untuk seluruh masyarakat NTB. “Saya berasal dari Barat Lombok dan adik saya, Mori Hanafi, berasal dari ujung Timur. Ini bukan melemahkan politik indentitas, tapi kami lah perwakilan dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” ucap TGH Ahyar.

Menurut Wali Kota Mataram dua periode itu, apabila NTB ingin dibawa menuju kejayaan, semua kelompok harus dirangkul dengan baik. “Jangan pernah tinggalkan Mbojo,” ujar politisi yang tercatat sebagai kader partai Golkar itu.

Apabila terpilih nanti, Ahyar-Mori bertekad untuk memperhatikan kesejahteraan guru, terutama guru tidak tetap yang selama ini masih terpinggirkan. Lapangan kerja juga harus disiapkan agar Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di NTB dan Bima khususnya bisa termanfaatkan di daerah sendiri.

Bagi Ahyar, memilih H Mori Hanafi sebagai pendampingnya bukan sekedar untuk keterwakilan wilayah saja. Namun dibutuhkan orang yang memang mengetahui masalah NTB. “Karena Ahyar-Mori sudah memiliki pengalaman. Saya tidak salah, tidak keliru. Banyak tokoh yang ada di NTB untuk bisa saya jadikan pendamping, tapi saya memilih adik saya H Mori Hanafi. Oleh karena itu, tanggal 27 Juni 2018 mari kita pilih bersama-sama nomor 2. Mari kita satukan suara kita untuk kemenangan Ahyar- Mori,” teriak TGH Ahyar.

Rangkaian kegiatan selanjutnya yaitu silaturrahim ke Ponpes Al Ajaziyah, Kota Bima. Disana, rombongan Ahyar-Mori langsung disambut hangat oleh Pimpinan yayasan  H. Zainul Arifin yang juga mantan Bupati Bima.

Abuya, sapaan akrab mantan Bupati Bima ini, menilai pemimpin kedepan haruslah yang jujur dan amanah.  TGH Ahyar Abduh menurut Abuya adalah pemimpin yang jujur dan amanah itu, antara perkataan dan perbuatnnya sejalanan. “Saya kenal betul TGH Ahyar Abduh adalah sosok pemimpin yang amanah dan jujur dalam bertutur kata, sehingga inilah yang membuat hati saya berjanji untuk memenagkan TGH Ahyar Abduh di Kota Bima dan Kabupaten Bima,” tegasnya di hadapan ratusan masyarakat yang hadir.

NTB Untuk Semua tambah Abuya, yang menjadi slogan dari Ahyar-Mori adalah bukti nyata sebuah konsep keadilan. NTB membutuhkan pemimpin yang memperhatikan dua pulau yaitu pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. “Ahyar sudah sangat serius dalam membangun NTB, keterwakilan pulau merupakan bukti serius dari Ahyar Abduh,” katanya.

Sementara itu, TGH Ahyar Abduh telah berkomitmen di setiap kampanyenya untuk meningkatkan kualitas dan kemajuan bagi pondok pesantren yang ada di NTB. Ahyar  akan menjadikan pondok pesantren di NTB menjadi pondok yang modernis berbasis digital. “Khusus pondok pesantren, kami sudah masukkan dalam visi-misi Ahyar-Mori, bahwa kami akan jadikan pondok pesantren di NTB menjadi ponpes yang modern berbasis digital,” ujarnya. (tim)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut